{"id":20907,"date":"2019-09-17T21:33:23","date_gmt":"2019-09-17T14:33:23","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20907"},"modified":"2019-09-17T21:33:23","modified_gmt":"2019-09-17T14:33:23","slug":"demo-kabut-asap-di-kantor-gubernur-sumsel-tiga-mahasiswa-unsri-terluka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20907","title":{"rendered":"Demo Kabut Asap di Kantor Gubernur Sumsel, Tiga Mahasiswa Unsri Terluka"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong>\u00a0 &#8211; Demo Gerakan Aliansi Sumatera Selatan (Sumsel) Melawan Asap di halaman depan kantor Gubernur diwarnai kericuhan. Mahasiswa yang berusaha maju ditahan oleh petugas yang siap dengan tameng dan pentungannya. Alhasil, aksi saling dorong pun tidak bisa dielakkan. Suasana berubah menjadi gaduh, dan terlihat beberapa kali pentungan petugas mengarah ke massa yang juga kian beringas.<\/p>\n<p>Akibat bentrok tersebut, tiga mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) terluka. Ketiga mahasiswa itu IL (kepala bocor), IR (lecet pada kepala dan sekitar leher), dan Ab (luka lecet). Mahasiswa mengalami cedera akibat pentungan polisi yang mendarat di muka saat berusaha menolong IL.<\/p>\n<p>Ricuh terjadi sesaat setelah Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel meninggalkan massa aksi dan menerima penolakan. Mahasiswa tetap menginginkan agar Gubernur Sumsel yang menerima mereka. Mahasiswa Teknik Unsri, IR yang mengalami luka-luka tidak mengetahui pasti siapa yang memukul dan mencakarnya saat ricuh. \u201cSaat Wakapolda Sumsel akan naik ke mobil orasi, massa memblokade dan saya berusaha menenangkan mereka. Tetapi saya mendapat pukulan oleh polisi atau Satpol PP dengan menggunakan tongkat, ada juga kena cakar dan tinju,\u201d akunya setelah sempat dikira telah diculik oleh petugas.<\/p>\n<p>Koordinator Aksi, Nikmatul Hakiki Febriawan menegaskan, mahasiswa ingin hari ini Gubernur yang menemui massa aksi dan menyatakan komitmennya melalui kontrak politik dengan mahasiswa. \u201cSoal ricuh, sebenarnya tadi Wagub sudah datang namun massa menginginkan Gubernur sehingga kami menolak. Kami tahu saat ini Gubernur berada di Palembang. Kami berharap jangan cuma memikirkan petinggi negara, tapi pikirkan masyarakat yang sudah memilih dia. Seharusnya yang dilayani terlebih dulu adalah kami,\u201d jelasnya, Selasa (17\/9).<\/p>\n<p>Dilanjutkan, saat Wakapolda Sumsel ingin naik ke mobil orasi dinilai lebih rawan konflik sehingga dicegah dengan membuat pagar hidup di sekitar mobil. \u201cKami cegah. Tetapi saat dicegah, polisi membawa tameng dan pentungan. Akibat ricuh tersebut kawan kami ada yang kepalanya bocor (IL) dan satunya lagi lecet (IR). Satu lagi mengalami lecet (AA) yang mengalami luka lecet akibat pentungan yang mendarat di mukanya saat berusaha menolong Indra Lesmana,\u201d ungkapnya seraya menambahkan jika para koordinator sudah berusaha menenangkan massa aksi, namun petugas terus mengejar.<\/p>\n<p>Massa aksi memastikan akan terus bertahan dan menunggu sampai orang yang ditunggu datang menemui. \u201cKami akan terus bertahan sampai Gubernur memenuhi tuntutan kami. Kami tidak memberikan deadline kepadanya, tetapi kami hanya meminta Sumsel bebas asap mulai 2020. Ini urgensi dan kami minta Gubernur datang menemui kami, kalau tidak kami akan bertahan. Kami ingin ada jaminan dari Gubernur untuk kami sampaikan ke masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, massa aksi menginginkan soal penegakan hukum karhutla. Kalau sekadar menuntut asapnya. Asap hilang tapi masalah hukumnya tidak. \u201cKami minta koorporasi yang memang (terbukti) membakar lahan dicabut izinnya. Karena menurut data, setengah lebih titik api di Sumsel itu ada di lahan koorporasi. Memang sisanya ada di lahan masyarakat. Namun, dari berita yang ada, itu hanya masyarakat yang ditangkap,\u201d lanjut Nikmatul.<\/p>\n<p>\u201cProblem kami bukan hanya masalah asapnya saja. Kami minta dengan penegasan hukum ke depan tidak akan ada lagi bencana asap. Kami juga minta saat ini Dinkes sedang bagi-bagi masker. Itu sebenarnya kurang dan kami minta lebih (upaya Dinkes) minimal ada posko jika masyarakat membutuhkan,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Rektor Unsri, Prof Anis Saggaf mengatakan, dirinya datang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. \u201cSaya lihat anak-anak saya lewat video viral bahwa mereka ke sini untuk bercerita masalah karhutla. Makanya saya datang. Saat ini bukan hanya Rektor saja yang datang, tetapi juga semua wakil rektor dan beberapa dekan. Karena kami tidak mau nanti dalam demo terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,\u201d ungkapnya setelah memastikan dirinya kembali dipercaya menjadi rektor terpilih Unsri.<\/p>\n<p>Soal tiga mahasiswa Unsri yang terluka, Prof Anis berharap baik mahasiswa maupun aparat agar menyikapi demostrasi dengan baik. \u201cMahasiswa yang terluka nanti setelah P3K (pertolongan pertama) akan diurus oleh WR III. Mudah-mudahan ke depan jika ada aspirasi itu disampaikan baik-baik, dan yang menerima juga baik-baik. Mahasiswa punya cara sendiri yang penting disampaikan dengan cara baik-baik, dan tidak anarkis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rektor juga memaklumi mengapa Gubernur belum hadir untuk menemui massa aksi yang akan terus bertahan di halaman Kantor Gubernur. \u201cSaat ini Gubernur sedang meninjau lahan yang terbakar. Jadi nanti kami akan ajak utusan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan Gubernur. Mahasiswa ini bukan anak-anak yang tidak bagus. Mereka menyampaikan aspirasi dengan baik-baik kan, dan mereka memikirkan untuk kepentingan masyarakat dan rakyat. Tidak pernah mahasiswa itu memikirkan pribadi (nya). Sebenarnya ini (aksi) bagus, jadi tinggal bagaimana kita merespon,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam kericuhan tersebut, Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan yang berusaha menenangkan massa terlihat menyesalkan bentrokan yang terjadi. \u201cSaya terima kasih dan bangga kepada kalian semua. Begitu besar kepedulian kalian terhadap nasib bangsa ini. Kami ini sama-sama mencari solusi jadi jangan mudah terprovokasi. Saya \u00a0akan coba mengakomodir (semua pihak),\u201d ujarnya kepada massa yang sedang tersulut emosinya.<\/p>\n<p>Diketahui, aksi yang dilakukan oleh Gerakan Aliansi Sumsel Melawan Asap (G-ASMA) menuntut enam hal kepada Gubernur Sumsel.\u00a0 <em>Pertama<\/em>, tangkap, adili, dan cabut izin perusahaan pembakar lahan di Sumsel. <em>Kedua<\/em>, tindak tegas oknum pembakar lahan di wilayah sumsel menurut Perda No 8\/2016 pasal 17 dan 18 dan atau UU Nomor 32\/2009. <em>Ketiga<\/em>, tegaskan aturan hukum terkait pembukaan lahqn sesuai pasal 56 uu 39 tahun 2014.<\/p>\n<p><em>Keempat<\/em>, membentuk tim gugus tugas untuk melakukan mitigasi bencana karhutla serta pengawasan lahan gambut dan atau lahan yang rentan terbakar. <em>Kelima<\/em>, memfasilitasi pelayanan kesehatan masyarakat yang terkena dampak penyakit akibat karhutla secara gratis. <em>Terakhir<\/em>, menerbitkan SK Gubernur tentang kewajiban pencegahan karhutla oleh setiap perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berkaitan dengan karhutla. \u201cJika tidak memenuhi keenam tuntutan tersebut, maka Gubernur Sumsel dituntut untuk mundur dari jabatannya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel, Herman Deru yang baru menemui massa aksi sekitar pukul 17.00 WIB, meminta maaf langsung di depan mahasiswa. \u201cSebagai koordinator Forkompimda, pemimpin rakyat dan pemimpin daerah Sumsel. Jika ada perkataan dan perbuatan yang tidak berkenan dalam bentuk penerimaan adik-adik sekalian, atas nama Forkompimda saya menyampaikan permohonan maaf,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di hadapan mahasiwa, Herman Deru\u00a0 didampingi Kapolda Irjen. Pol. Firli Bahuri dan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan meminta semua pihak untuk tidak mengiring opini\u00a0 dan saling menyalahkan dalam kasus kabut asap yang timbul akibat karhutla. Adapun yang paling penting saat ini, lanjut Gubernur, bagaimana caranya menanggulangi\u00a0 karhutla yang telah terjadi agar tidak meluas. \u201cTerpenting sekarang bagaimana\u00a0 bekerja menghentikan\u00a0 \u00a0kabut asap yang ditimbulkan karhutla ini. Yang\u00a0 bisa bantu silakan bantu. Kalau tidak bisa bantu minimal bantu dengan doa,\u201d ajak Gubernur.<\/p>\n<p>Gubernur menegaskan, dirinya secara pribadi juga tidak ingin kasus karhutla terus terjadi di Sumsel. Sebagai seorang pemimpin daerah lanjut\u00a0 dirinya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap wilayah dan masyarakat\u00a0 yang dibuktikan dengan bekerja secara maksimal.<\/p>\n<p>\u201cKalau yang membakar manusia pasti ada tujuannya\u00a0 untuk ditanami. Namun nyatanya ada\u00a0 lahan yang tidak dibakar malah terbakar sendiri. Dari hasil kajian 90 persen karhutla karena oleh manusia, nah 10 persennya kita tidak tau inilah perlu kita selidiki. Kita juga tidak mau uang negara habis karena karhutla ini,\u201d tambah Gubernur.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Gubernur mengucapkan terima kasih atas support\u00a0 yang diberikan mahasiswa yang telah bersedia duduk bersama mencari solusi terbaik dalam mengatasi karhutla di Sumsel. &#8220;Sumsel ini milik bersama, jadi mari sama-sama mencari solusi. Jangan ini dijadikan sebagai lahan maling panggung. Sekarang saya ajak\u00a0 besok adik-adik\u00a0 mahasiswa\u00a0 semuanya untuk ikut berdoa dengan mengelar salat Istisqa berjemaah di Griya Agung,\u201d ajak Herman Deru.<\/p>\n<p>Terkait dengan tuntuan mahasiswa\u00a0 yang meminta pemerintah serius dalam menanggulangi karhutla dan meminta penegak hukum menangkap pelaku pembakaran terutama pihak korporasi yang diduga\u00a0 melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Gubernur menegaskan\u00a0 sanksi tegas akan diambil pihaknya jika sudah ada keputusan hukum tetap. \u201cJika\u00a0 sudah ada putusan hukum tetap\u00a0 dan terbukti melakukan pembakaran. Tegas di sini, saya akan cabut izinnya,\u201d tegas Herman Deru.<\/p>\n<p>Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri menegaskan, segala upaya telah dilakukan pemerintah berkerja sama dengan TNI\/Polri dalam\u00a0 menekan kasus karhutla di Sumsel. &#8220;Sayang ingat betul tanggal 10 Juli lalu. Kami sudah menyebarkan maklumat bersama antara Gubernur, Pangdam dan Kapolda\u00a0 yang isinya larangan membakar hutan dan lahan. Jika ini dilanggar\u00a0 maka ada sanksi hukumnya,&#8221; tegas Kapolda.<\/p>\n<p>Hal yang senada juga diungkapkan Pangdam II\/ Sriwijaya Mayjen TNI Irwan. Pangdam menambahkan cuaca panas merupakan faktor utama terjadinya karhutla di Sumsel. &#8220;Sampai saat ini kendala yang kita hadapi pertama cuaca panas, sehingga lahan yang kerinng sangat\u00a0 mudah terbakar,&#8221; tutup Pangdam. \u00a0(<strong>dfn<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR\u00a0 &#8211; Demo Gerakan Aliansi Sumatera Selatan (Sumsel) Melawan Asap di halaman depan kantor Gubernur diwarnai kericuhan. Mahasiswa yang berusaha maju ditahan oleh petugas yang siap dengan tameng dan pentungannya. Alhasil, aksi saling dorong pun tidak bisa dielakkan. Suasana berubah menjadi gaduh, dan terlihat beberapa kali pentungan petugas mengarah ke massa yang juga kian beringas. Akibat bentrok tersebut, tiga mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) terluka. Ketiga mahasiswa itu IL (kepala bocor), IR (lecet pada kepala&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20908,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-20907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20907"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20909,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20907\/revisions\/20909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}