{"id":20904,"date":"2019-09-17T21:30:54","date_gmt":"2019-09-17T14:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20904"},"modified":"2019-09-17T21:30:54","modified_gmt":"2019-09-17T14:30:54","slug":"bantah-bayi-4-bulan-meninggal-akibat-kabut-asap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20904","title":{"rendered":"Bantah Bayi 4 Bulan Meninggal akibat Kabut Asap"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> \u2013 Pihak Rumah Sakit (RS) Ar-Rasyid mengatakan jika penyebab kematian Elsa Fitaloka bayi berusia 4 bulan asal Banyuasin diduga karena Meningitis (radang selaput otak) dan Pneumonia (radang paru-paru). Kedua infeksi bakteri tersebut bisa terjadi karena dipicu oleh mikroorganisme yang dikenal dengan Pneomokokus yang menjadi penyebab Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) yang bisa menjadi penyebab meningitis dan pneumonia.<\/p>\n<p>Terkait, Dokter spesialis anak RS Ar-Rasyid, dr Azwar Aruf SpA tidak bisa memastikan secara langsung penyebab kematian Elsa. Hanya saja, kecurigaan pihak RS karena terjadinya proses infeksi, yang diketahui dari gejala, tanda dan dari hasil pemeriksaan penunjang.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kami cenderung ke proses infeksi-infeksi, yang mana kemungkinan infeksinya dari radang selaput otak atau radang paru-paru. Untuk yang memastikan benar-benar pasti kami tidak bisa, karena kedua-duanya bisa saling menyebabkan, memperberat atau komplikasi,&#8221; jelasnya saat melakukan klarifikasi di RS Ar-Rasyid, Senin (16\/9).<\/p>\n<p>Dilanjutkan, banyak faktor yang bisa menjadi pemicu radang paru-paru. Bisa karena ketularan batuk pilek dari lingkungan atau orang terdekat, atau paling penyebabnya adalah infeksi bakteri dari saluran pernapasan (ISPA).<\/p>\n<p>Terkait kondisi kabut asap di lingkungan rumah korban, dr Azwar mengatakan jika dirinya tidak mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Hanya saja jika lihat dari demam atau batuk pilek selama seminggu, pemeriksaan fisik terdapat radang paru-paru itu cenderungnya ke arah infeksi bakteri.\u00a0 &#8220;Kalau infeksi bakteri dihubungkan dengan asap, sepertinya tidak. Lingkungan itu hanya salah satu faktor saja, tapi intinya infeksi bakteri dan banyak sekali faktornya. Kami tidak bisa memastikannya. Tapi kalau lihat proses dan gejala penunjangnya, itu cenderung kearah infeksi. Asap sebagai faktor risiko saja, tapi kalau dikatakan meninggal karena asap mesti ada jelaga atau kesulitan bernapas. Bukan lewat proses infeksi jika karena asap,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Semua bisa (jadi penyebab) tetapi tidak bisa dipastikan. Kalau infeksinya sudah terlanjur berat, tidak usah karena asap infeksinya bisa berbahaya. Kalau penyebabnya karena asap itu kecil kemungkinan, karena dilihat saja berapa jumlah balita dan berapa yang sakit di lingkungannya. kalau karena asap, tentu banyak yang sakit,&#8221; lanjut salah seorang dokter yang menangani korban saat dirawat.<\/p>\n<p>Terlepas, dr Azwar tetap mengimbau agar orang tua yang memiliki bayi atau anak-anak, sebaiknya tetap waspada dan menghindarkan anak dari paparan kabut asap karena karhutla. &#8220;Teruskan ASI karena itu proteksinya, imunisasi, jangan sering dibawa keluar rumah. Kalau pada anak ada tanda-tanda sesak (napas), sudah harus dibawa (ke RS),&#8221; himbaunya.<\/p>\n<p>Sementara, Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin, Rini Pratiwi membantah jika Dinkes Banyuasin telah memastikan jika ISPA adalah penyebab kematian Elsa. &#8220;Kalau kami menyatakan ISPA itu karena kami mendapatkan informasi, dimana informasinya diduga bayi tersebut karena ISPA. Nah ISPA sendiri itukan penyakit secara garis besar. Jadi (saat itu) penyebab spesifiknya kami belum tahu. Setelah tadi sudah dinyatakan oleh pihak RS Ar Rasyid bahwa kemungkinan penurunan kesadaran penyebabnya karena radang selaput otak dan radang paru-paru. Artinya, sudah jelas penyebabnya itu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Apalagi, lanjut Rini, pihaknya telah melihat secara langsung kondisi lingkungan sekitar rumah korban, dimana dapat diskatakan lingkungan tersebut masih cukup baik. &#8220;Setelah melihat lingkungan keluarga korban, secara fisik kelihatan baik, cukup bersih dan ventilasi udara juga sudah cukup baik. Jadi, jika memang tadi disebut ada asap yang demikian tebal, yang kami dapatkan (fakta) tidak seperti itu. kami juga sudah mendapatkan informasi dari DLH bahwa kadar ISPU di Banyuasin dalam kategori sedang,&#8221; kilahnya.<\/p>\n<p>Rini juga seolah tidak sepakat jika penyebab kematian Elsa diakibatkan karena kabut asap karhutla di Sumsel yang kian hari semakin mengkhawatirkan. &#8220;Kalau berbicara soal asap saya pikir dimana-mana ada asap, hanya saja ada kadarnya. Dinkes Banyuasin juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait kabut asap,&#8221; elaknya sembari memastikan jika sampai hari ini, belum ada lagi di temukan kasus serupa di Banyuasin.<\/p>\n<p>Dirut RS Ar Rasyid, dr Toni Siguntang memastikan jika pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang riwayat penyakit korban sebelum dirawat di RS Ar-Rasyid. &#8220;Dia baru berobat di RS kami pada 15 September kamarin, sebelumnya kami tidak tahu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dirinya juga enggan mengatakan jika penyebab kematian Elsa adalah karena kabut asap karhutla Sumsel. &#8220;Penyebab kematian pasien kecurigaan (kami) karena radang selaput otak dan radang paru-paru. Kalau soal asap, kami hanya melihat kejadian ini jadi penyebabnya adalah infeksi,&#8221; pungkasnya. <strong>(dfn)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Pihak Rumah Sakit (RS) Ar-Rasyid mengatakan jika penyebab kematian Elsa Fitaloka bayi berusia 4 bulan asal Banyuasin diduga karena Meningitis (radang selaput otak) dan Pneumonia (radang paru-paru). Kedua infeksi bakteri tersebut bisa terjadi karena dipicu oleh mikroorganisme yang dikenal dengan Pneomokokus yang menjadi penyebab Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) yang bisa menjadi penyebab meningitis dan pneumonia. Terkait, Dokter spesialis anak RS Ar-Rasyid, dr Azwar Aruf SpA tidak bisa memastikan secara langsung penyebab&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-20904","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20904"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20906,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20904\/revisions\/20906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}