{"id":20406,"date":"2019-07-30T20:02:02","date_gmt":"2019-07-30T13:02:02","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20406"},"modified":"2019-07-30T20:02:25","modified_gmt":"2019-07-30T13:02:25","slug":"anggaran-pertanian-sumsel-rp14-triliun-bakal-ditambah-rp200-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20406","title":{"rendered":"Anggaran Pertanian Sumsel Rp1,4 Triliun, Bakal Ditambah Rp200 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong>\u00a0\u2013 \u00a0Luasnya lahan pertanian membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk menjadi Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan nasional. Hingga kini pemerintah pusat telah menganggarkan dana mencapai Rp1,4 triliun untuk meningkatkan hasil pertanian di Sumsel. Anggaran tersebut dinilai masih kurang, bahkan akan ditambah lagi sebesar Rp200 miliar melalui program program Selamatkan Rawa Selamatkan Petani (Serasi).<\/p>\n<p>\u201cSudah dibuktikan. Anggaran pertanian yang dulu kami salurkan ke Sumsel sebesar Rp88 miliar sekarang sudah mencapai Rp1,4 triliun. Kami buktikan ke pemerintah pusat bahwa ada pertumbuhan pangan yang lebih dari 200 persen. Dana Rp1,4 triliun itu (sebenarnya) masih kurang karena lahan di Sumsel masih banyak dan bisa ditingkatkan. Program Serasi saja itu ditambah Rp200 miliar lagi,\u201d ungkap Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo usai melakukan rapat di ruang rapat Bina Praja, Senin (29\/7).<\/p>\n<p>Dalam kunjungan kerja (kunker) selama masa reses kali ini, Komisi IV DPR RI menyoroti beberapa program pemerintah pusat yang sedang dijalankan di Sumatera Selatan (Sumsel). Reses tersebut fokus pada bidang pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan serta Perum Bulog.<\/p>\n<p>Menurut Edhy, ada beberapa program di bidang pertanian tim mengecek sejauh mana langkah-langkahnya, terutama program Selamatkan Rawa Selamatkan Petani (Serasi). \u201cSaya pikir itu sebuah terobosan. Sebagaimana kita melihat bahwa Sumsel yang wilayah rawanya begitu besar sejak zaman dulu sampai sekarang belum terlalu optimal. Walaupun dulu sudah ada program namun tidak dibarengi dengan perawatan. Itu yang kami ingin terobos supaya pertanamannya terus bertambah,\u201d ujarnya usai melakukan rapat di ruang rapat Bina Praja, Senin (29\/7).<\/p>\n<p>Program Serasi diharapkan akan ada pertambahan lagi, sehingga secara nasional Sumsel memiliki daya tahan terhadap kekurangan pangan dunia. \u201cJadi, diharapkan Indonesia siap menghadapi era pertumbuhan yang begitu besar, sementara pangan sangat terbatas. Justru dari tiga provinsi yang ada, Sumsel adalah wilayah yang paling siap menerima dan membuktikan hasilnya. Program pertama 200 persen peningkatan hasil beras, dan itu ditujukan juga buat percetakan sawah-sawah di lahan rawa. Intinya bagaimana memaksimalkan lahan-lahan (rawa) yang ada di Sumsel,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Selain program Serasi, Komisi IV juga menyorot Kesiapan Sumsel dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla). \u201cHari ini memang kami tidak fokus ke lapangan, karena kami ingin tahu secara struktural, administrasi, dan birokrasi, itu penanganannya seperti apa. Hubungan antara pusat, provinsi dan kabupaten\/kota sejauh mana dan ada kendala dimana. Kendala itulah yang diharapkan diselesaikan di meja, setelah itu baru pada masalahnya. Memang waktu sangat terbatas, diharapkan para kepala dinas semakin memahami alurnya (dan) ada anggarannya (yang) begitu besar,\u201d ungkap Edhy.<\/p>\n<p>Di bidang perikanan, lanjut Edhy, tim juga melihat program-program yang sudah dicanangkan. Terakhir adalah pasar ikan modern (PIM) yang seyogianya diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat Sumsel dalam menjual\u00a0 ikannya sampai ke tingkat nasional. \u201cSebenarnya penerapan PIM itu sudah lama, namun berapa kali terjadi penundaan karena beberapa masalah. Seharusnya akhir Desember (2019) sudah harus selesai, tapi saya tidak yakin karena (tahap pembangunan) baru tujuh persen. Yah, tidak apa-apa, yang penting itu selesai, barangnya ada, dan bermanfaat buat masyarakat. Jangan nanti hanya menjadi simbol kemudian lain pengurusnya dan lain pemerintah. Cuma kami berharap tidak (seperti itu),\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Dikatakan Edhy, pada dasarnya pemerintah pusat akan dengan mudah memberikan bantuan dana pada daerah jika program-program yang dijalankan berjalan dengan efektif, dan tentu berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakatnya. \u201cPemerintah pusat itu mudah memberikan dana pada provinsi atau kabupaten\/kota kalau penggunaannya memang benar dan terasa untuk masyarakat, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang berjalan dan semuanya berjalan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar yang mendampingi tim Komisi IV saat rapat kerja, tidak ingin mengomentari soal pembangunan PIM, sebab baginya itu adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang. \u201cKalau soal PIM, itu wilayah kota (Pemkot Palembang),\u201d ujarnya sambil berlalu.<\/p>\n<p>Sekda sangat berterima kasih atas kunjungan Komisi IV ke Sumsel termasuk dukungan komisi itu terhadap sejunlah program di Sumsel terurama di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. &#8220;Dengan adanya program-program tersebut di Sumsel seperti pertanian ditargetkan dapat\u00a0 meningkatkan ekonomi\u00a0 dan kesejahteraan petani dan masyarakat. Karena itu, kami sangat\u00a0 berharap bapak-ibu tetap mau memperjuangkan anggaran di sektor pertanian\u00a0 kehutanan di Sumsel,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu Nasrun juga itu\u00a0 memaparkan\u00a0 bahwa Sumsel memiliki sekitar 739 ribu hektare lahan, dimana 522 ribu hektare atau sekitar 70 persennya merupakan lahan rawa. Sumsel juga pada tahun 2019 mendapatkan kegiatan, Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) sebanyak 200 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten di Sumsel.<\/p>\n<p>&#8220;Pogram itu tersebar di sembilan kabupaten yaitu Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten OKI, Kabupaten OI, Kabupaten OKUT, Kabupaten Muratara, PALI, OKU dan Muaraenim,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Selain lahan untuk sawah rawa, Sumsel lanjut nasrun juga mendapatkan kegiatan lainnya seperti program pembangunan pasar ikan modern dari Dirjen PDSPKP Kementerian Kelautan ran Perikanan. Pasar seluas 9000 meter persegi ini akan dimanfaatkan untuk menampung berbagai jenis ikan untuk diperdagangkan. &#8220;Pasar ini berlokasi di Simpang Patal dan sudah progres sekitar 6-7 persen,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Nasrun Umar juga memaparkan bahwa jumlah hotspot terus mengalami penurunan di Sumsel. Pemprov pun telah mengaktifkan 1.500 personel dari TNI, Polri, Pol PP beserta grup pemadam kebakaran dari beberapa perusahaan. &#8220;Kami juga terus mensosialisasikan penanggulangan karhutla\u00a0 dan menyebarkan maklumat Gubernur bersama Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan adanya program-program itu di Sumsel\u00a0 baik di bidang Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta Perum Bulog diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Sumsel serta meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu pula Sekda mewakili Gubernur berharap pimpinan dan anggota Komisi IV tetap memperjuangkan anggaran pembangunan di sektor pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikana\u00a0 serta Perum Bulog di Sumsel. (dfn)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR\u00a0\u2013 \u00a0Luasnya lahan pertanian membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk menjadi Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan nasional. Hingga kini pemerintah pusat telah menganggarkan dana mencapai Rp1,4 triliun untuk meningkatkan hasil pertanian di Sumsel. Anggaran tersebut dinilai masih kurang, bahkan akan ditambah lagi sebesar Rp200 miliar melalui program program Selamatkan Rawa Selamatkan Petani (Serasi). \u201cSudah dibuktikan. Anggaran pertanian yang dulu kami salurkan ke Sumsel sebesar Rp88 miliar sekarang sudah mencapai Rp1,4 triliun. Kami buktikan ke&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-20406","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20406"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20409,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20406\/revisions\/20409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}