{"id":20035,"date":"2019-07-14T04:07:13","date_gmt":"2019-07-13T21:07:13","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20035"},"modified":"2019-07-14T04:07:13","modified_gmt":"2019-07-13T21:07:13","slug":"pelajar-di-palembang-tewas-saat-ikut-mos-pergub-larangan-kekerasan-di-sekolah-mendesak-diterbitkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=20035","title":{"rendered":"Pelajar di Palembang Tewas saat Ikut MOS, Pergub Larangan Kekerasan di Sekolah Mendesak Diterbitkan"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Dugaan tindak kekerasan kembali mencoreng wajah pendidikan di Kota Palembang. DBJ (14), calon siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Indonesia di kota ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Myria Palembang, Sabtu (13\/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Korban diduga tewas usai mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS) yang berlangsung selama sepekan.<\/p>\n<p>Kabar kematian korban disampaikan pihak sekolah kepada paman korban, Aswin (46). Informasi yang diperoleh dari keluarga, korban mengalami kelelahan setelah mengikuti long march (berjalan kaki dengan jarak tempuh cukup jauh) dari kawasan Talang Jambe ke Sukabangun, Palembang. Saat berjalan di parit selebar dua meter, korban mendadak pingsan tak sadarkan diri. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mayat korban kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.<\/p>\n<p>Diketahui, korban merupakan warga asal Tulung Selapan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI). Korban mengikuti MOS sejak satu minggu terakhir setelah lulus dari SMP 1 Tulung Selapan. Ayah korban Berce dikabarkan telah melaporkan kematian anaknya ke Polresta Palembang.<\/p>\n<p>Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah memastikan, penyebab kematian korban belum diketahui. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum dokter. \u201cKami belum tahu. Belum ada tanda-tanda kekerasan. Masih menunggu hasil visum dokter. Untuk sementara, (penyebab) meninggalnya (korban) masih belum diketahui,\u201d ujarnya kepada Simbur, Sabtu (13\/7).<\/p>\n<p>Terkait kapan hasil visumnya, Kapolresta belum bisa memastikan secara pasti. \u201cBelum tahu, itu dari dokter (visum) nanti,\u201d singkatnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengutuk keras apabila terbukti terjadi tindak kekerasan yang dilakukan dalam setiap kegiatan MOS di sekolah-sekolah yang ada di Sumsel. \u201cSaya (akan) cek. Tidak boleh lagi ada kekerasan dalam MOS. Tidak boleh, itu kan pembinaan, mental, dan spiritual. Bukannya menyiksa fisik, tidak boleh. Tidak ada aturan itu (menyiksa fisik),\u201d tegas Gubernur usai menghadiri dialog kebangsaan di Grand Atyasa Palembang, Sabtu (13\/7).<\/p>\n<p>Deru mengakui jika sampai saat ini memang belum ada aturan yang berupa peraturan gubernur (Pergub) atau surat keputusan (SK) gubernur yang secara spesifik melarang dan mengutuk tindakan kekerasan yang terjadi pada pelaksanaan MOS lembaga pendidikan. \u201cSudah ada aturan itu walaupun tidak menjadi Pergub atau SK. Tapi kalau memang perlu (akan) dijadikan Pergub,\u201d janjinya.<\/p>\n<p>Dilanjutkan Deru, kalau oknum senior sampai menyiksa calon siswa, tentu ada sanksi yang sangat mungkin bisa sanksi pidana atau sanksi administrasi. \u201cKepada sekolahnya (ada sanksi). Untuk SMA negeri bukan diawasi lagi, tapi dituntut untuk tidak melakukan kekerasan dalam MOS,\u201d tutupnya.(dfn)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Dugaan tindak kekerasan kembali mencoreng wajah pendidikan di Kota Palembang. DBJ (14), calon siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Indonesia di kota ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Myria Palembang, Sabtu (13\/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Korban diduga tewas usai mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS) yang berlangsung selama sepekan. Kabar kematian korban disampaikan pihak sekolah kepada paman korban, Aswin (46). Informasi yang diperoleh dari keluarga, korban mengalami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20036,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-20035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20037,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20035\/revisions\/20037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}