{"id":19872,"date":"2019-07-06T18:29:03","date_gmt":"2019-07-06T11:29:03","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=19872"},"modified":"2019-07-06T18:29:03","modified_gmt":"2019-07-06T11:29:03","slug":"crosser-indonesia-kurang-sponsor-banyak-eksodus-ke-luar-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=19872","title":{"rendered":"Crosser Indonesia Kurang Sponsor, Banyak Eksodus ke Luar Negeri"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR \u2013<\/strong>\u00a0Masih kurangnya dukungan bagi olahraga otomotif di Indonesia, baik dari pemerintahan maupun swasta, menjadi kendala serius bagi para talenta <em>crosser<\/em> (pembalap motor) muda di Indonesia. Pamor event internasional MXGP yang diadakan di Indonesia selama ini pun tidak akan banyak mendongkrak prestasi pembalap tanpa adanya dukungan dari semua pihak, baik itu motivasi, insfrastruktur dan finansial.<\/p>\n<p>Chief Technical Steward MXGP 2019, Wiwit mengakui jika faktor kurangnya dukungan sampai saat ini menyebabkan banyak pembalap berbakat Indonesia yang memilih berkompetisi di luar negeri. Hal itu disampaikan di sela-sela gala dinner MXGP di Griya Agung, Jumat (5\/7) malam.<\/p>\n<p>\u201cDukungan dari Indonesia belum. Tahu sendiri jika sponsor dari Indonesia kurang mendukung untuk dunia otomotif. Saya harapkan juga untuk sponsor-sponsor dari sektor lain seperti pemerintahan. Itu jauh lebih bisa menfasilitasi pembalap-pembalap Indonesia yang berkompetisi di luar negeri,\u201d ungkapnya dan menambahkan jika saat ini, banyak juga pembalap Indonesia yang eksodus berkompetisi ke luar negeri yang sampai sekarang belum terfasilitasi oleh pemerintahan Indonesia.<\/p>\n<p>Di samping itu, Wiwit mengakui pembalap Indonesia secara umum belum mampu berbicara banyak dan bersaing dengan para pembalap dunia yang memang memiliki skill hebat, penuh dengan dukungan serta kekuatan finansial yang melimpah. \u201cBelum. Semua skill atau dukungan belum. Belum level, tapi kami coba untuk masuk di sepuluh besar. Seperti tahun lalu Delvintor Al Farizi masuk di lima belas besar, tapi sekarang belum tahu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Soal kans pembalap nasional, walau tanpa target pasti, Wiwit memang berharap pada Delvin yang memang diakui sebagai crosser terbaik Indonesia saat ini. \u201cPembalap Indonesia yang perlu diperhatikan adalah Delvintor Alfarizi yang besok akan turun di MX2. Dialah pembalap Indonesia yang terbaik saat ini. Targetnya mungkin masuk 10 besar. Kebetulan saya termasuk yang paling tahu tentang dia, kami usahakan besok. Motornya pabrikan Honda, jadi di support full dengan Honda. Delvin itu atlet berbakat yang dimiliki Indonesia karena ikut kompetisinya di Eropa,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Terkait kurangnya dukungan banyak pihak terhadap olahraga otomotif di Indonesia, juga dirasakan crosser nasional, Aldi Lazaroni dari Tim 168 yang baru berusia 28 tahun. \u201cSaya hanya berharap jika Indonesia dapat mendukung program-program otomotif yang ada di negara ini. Walaupun sekarang ada MXGP di Indonesia, Cuma saya belum merasakan ada dukungan dari negara sendiri. Makanya kami maju di sini (MXGP) sebagai tim perorangan atau tim swasta bukan tim negara. Tahun lalu ada tim merah putih tapi programnya tidak jelas. Contohnya latihan, persiapan, dan lain-lain tidak jelas,\u201d ungkapnya kecewa.<\/p>\n<p>Terlepas dari itu, Aldi mengaku jika dirinya sudah latihan rutin dalam sebulan ini untuk berkompetisi. \u201cKarena saya diinformasikan soal MXGP ini agak mepet, maka saya sudah latihan rutin sejak usai lebaran untuk MXGP 2019,\u201d ungkapnya yang ternyata merupakan tahun ketiganya mengikuti event MXGP.<\/p>\n<p>Dalam event kali ini, Aldi merasa tidak terbebani karena memang tidak ada target apa-apa dari pihak manapun. Dia hanya ingin mengeber motornya semaksimal mungkin dan sampai ke garis finis. \u201cSebenarnya tidak ada target dari manapun, tapi target pribadi saya ingin main semaksimal mungkin. Karena kami sadar di sini kami memang sangat beda kelas baik dari faktor motor maupun crossernya juga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru berjanji akan mendorong pihak swasta yang ada di Sumsel agar lebih peduli dengan olahraga otomotif. \u201cIya dong (dorong swasta). Makanya kami harus memberikan contoh dulu bahwa Pemprov Sumsel serius, bukan hanya untuk hura-hura saja. Tapi ini serius, menjadikan olahraga motor menjadi olahraga rakyat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Deru yakin para pemuda di Sumsel akan tertarik untuk berperan serta dalam event-event olahraga otomotif, baik nasional maupun internasional. \u201cTarget kami mengapa berani untuk menyelenggarakan event tersebut, juga memberi contoh kepada pemuda bahwa kami berani bukan hanya sekadar cerita saja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan, sebagian masyarakat masih menganggap olahraga motor adalah olahraga yang mahal, padahal sebenarnya tidak. Kalau memang serius, tentu pabrikan (motor) tentu akan tertarik untuk membiayai. Bukan hanya sekadar memberikan kendaraan atau suku cadang saja, tapi juga memberi akomodasi jika akan bertanding di tahapan yang lebih besar lagi.<\/p>\n<p>\u201cMemang awalnya harus bermodal, (tapi) modal awalnya keseriusan yang utama. Kalau masalah pendanaan, setiap pemerintahan itu pasti ada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang mengurusi para pemuda. Cuma jangan hanya bakat sesaat atau hanya untuk gagah-gagahan. Itu untuk (mencapai) prestasi,\u201d cetusnya bersemangat.<\/p>\n<p>Deru berharap masyarakat Sumsel bukan hanya mendapatkan tontonan, tapi menjadikan event tersebut sebagai semangat bahwa masyarakat Sumsel kalau ngebut tidak di jalan raya tetapi di sirkuit atau arena, khususnya para penghobi sepeda motor. \u201cTarget kami ini (event) jadi permanen. Jadi, kami akan bangun sirkuit permanen di dalam area JSC. Untuk itu (sirkuit MXGP) kami kontrak untuk lima tahun,\u201d pungkasnya. (<strong>dfn<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013\u00a0Masih kurangnya dukungan bagi olahraga otomotif di Indonesia, baik dari pemerintahan maupun swasta, menjadi kendala serius bagi para talenta crosser (pembalap motor) muda di Indonesia. Pamor event internasional MXGP yang diadakan di Indonesia selama ini pun tidak akan banyak mendongkrak prestasi pembalap tanpa adanya dukungan dari semua pihak, baik itu motivasi, insfrastruktur dan finansial. Chief Technical Steward MXGP 2019, Wiwit mengakui jika faktor kurangnya dukungan sampai saat ini menyebabkan banyak pembalap berbakat Indonesia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-19872","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19874,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19872\/revisions\/19874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}