{"id":19473,"date":"2019-06-17T04:32:34","date_gmt":"2019-06-16T21:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=19473"},"modified":"2019-06-17T04:36:54","modified_gmt":"2019-06-16T21:36:54","slug":"lampu-tribun-empat-kali-padam-panitia-festival-sriwijaya-bakal-libatkan-pawang-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=19473","title":{"rendered":"Lampu Tribun Empat Kali Padam, Panitia Festival Sriwijaya Bakal Libatkan Pawang Hujan"},"content":{"rendered":"<p># Gubernur Sumsel Dikritik Deputi Kementerian Pariwisata<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR &#8211;<\/strong> Pembukaan Festival Sriwijaya yang berlangsung di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (17\/6) terkesan tidak siap. Mulai dari lampu tribun yang sampai empat kali padam bahkan saat tamu-tamu penting sedang menikmati acara, sampai minimnya masyarakat yang ikut menyaksikan event tersebut.<\/p>\n<p>Ketua Pelaksana sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal membantah jika panitia tidak siap. Pihaknya justru berencana akan menggunakan jasa pawang hujan untuk mengantisipasi cuaca buruk. &#8220;Kami usahakan (pawang hujan). Kami sudah menghubungi. Kembali ke Yang Mahakuasa,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Tetapi, lanjut Aufa, mudah-mudahan hari ini, kemarin dan selamanya cerah. &#8220;Kami sudah berusaha. Pokoknya jangan hujan. Upaya sudah kami lakukan (menghubungi pawang hujan). Mudah-mudahan tidak salah,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Event kali ini dipersembahkan dengan beberapa atraksi budaya dari 17 kabupaten\/kota se Sumsel, bahkan ditambah dengan provinsi tetangga seperti Jambi, Riau, Pangkal Pinang, dan Metro Lampung. &#8220;Panggung kali ini sengaja ditampilkan berbeda dengan menampilkan konsep kapal, yang merupakan kiasan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang kuat di Sumatera dan berpengaruh di nusantara,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Festival Sriwijaya (FS) sudah masuk dalam 100 Calendar of National Event pada 2019. Dalam usianya yang ke-28, Festival Sriwijaya tahun ini digelar pada 16-22 Juni 2019. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengatakan jika Festival Sriwijaya yang sudah tahun ke-28 atau sudah masuk tahun yang dewasa. Seyogianya dari tahun ke tahun tidak hanya kualitas yang ditingkatkan, tapi juga keberadaannya di tengah masyarakat. Harapannya agar lebih terkenal di wisatawan mancanegara. &#8220;Diharapkan ke depan, festival ini bisa mendatangkan wisatawan ke Sumsel. Dibutuhkan dukungan dari asosiasi pariwisata,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ke depan, lanjut Deputi, jangan hanya Festival Sriwijaya yang masuk calendar of national event, tapi bisa ada event-event lainnya. &#8220;Harus ditingkatkan bagaimana penyelenggaraan suatu event. Diharapkan tahun 2020, Kadisbudpar sudah siap dengan usulan event untuk dibahas bersama, mana saja yang bisa masuk di 100 kalender of event nasional. Masa provinsi sebesar ini (Sumsel), kalender even yang masuk cuma satu,&#8221; sesalnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan, Menteri Pariwisata selalu menyampaikan jika harus ada unsur pentahelik, yaitu ada unsur pemerintah, masyarakat, akademik, media dan bisnis. Sebab tanpa dukungan semua stakeholder, tidak akan bisa maju menjadi lebih baik..&#8221;Event ini ada sembilan agenda. Diharapkan yang dikenal bukan hanya pembukaannya, tetapi juga bisa dinikmati dan diinformasikan kepada khalayak ramai,&#8221; kritiknya di depan Gubernur.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta pemakluman jika pada Festival Sriwijaya kali ini, belum maksimal dan memiliki banyak kekurangan. &#8220;Jka Festival Sriwijaya\u00a0 kali ini masih kurang maksimal, saya mohon mendapat pemakluman karena baru perdana dan banyak yang harus ditambah. Event Festival Sriwijaya harus menjadi salah satu alasan orang untuk datang ke Sumsel, bukan hanya saat pembukaannya,&#8221; pinta Gubernur.<\/p>\n<p>Ditambahkan, Festival Sriwijaya\u00a0 menjadi agenda tahunan, tetapi apa yang disampaikan Deputi tadi menjadi masukan dimana bukan hanya kualitas tetapi kuantitas juga yang harus dibenahi. &#8220;Tapi inikan perdana di masa kepemimpinan saya, masih banyak yang akan kami koreksi, perbaiki, ditambah untuk bisa menyemarakkan lagi. Resonansinya (gaungnya) harus sampai ke seluruh penjuru Sumsel. Itu harus ada keterlibatan, bukan hanya dinikmati hanya sekelompok (masyarakat) saja,&#8221; jelasnya geram.<\/p>\n<p>Mulai dari penganggaran akan dibenahi, dan mutlak bantuan dari pusat dan kabupaten\/kota. &#8220;Festival Sriwijaya\u00a0 bukan hanya acara Pemprov Sumsel semata, tetapi acara bersama,&#8221; harapnya.(dfn)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Berikut Jadwal Festival Sriwijaya 2019<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>Minggu, 16 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n09.00 s.d 15.00<br \/>\nPembukaan dan Penyelenggaraan Lomba Bidar Prestasi menyambut HUT Kota Palembang<\/p>\n<p>18.30 s.d 19.00<br \/>\nPersiapan dan kedatangan tamu undangan (Penampilan Musi Rejung Pesirah)<\/p>\n<p>19.30 s.d 19.40<br \/>\nPembukaan MC<\/p>\n<p>19.40 s.d 19.45<br \/>\nMenyanyikan Lagu Indonesia Raya<\/p>\n<p>19.45 s.d 19.55<br \/>\nTari Gending Sriwijaya<\/p>\n<p>19.40 s.d 19.50<br \/>\nDoa<\/p>\n<p>19.50 s.d 20.00<br \/>\nLaporan Ketua Pelaksana Plt. Kadisbudpar Prov. Sumsel<\/p>\n<p>20.00 s.d 20.10<br \/>\nPenampilan Praja Swarna Dwipa Choir<\/p>\n<p>20.10 s.d 20.15<br \/>\nSambutan Kementerian Pariwisata RI<\/p>\n<p>20.15 s.d 20.30<br \/>\nSambutan Gubernur Sumatera Selatan<\/p>\n<p>20.30 s.d 20.45<br \/>\nPembukaan Festival Sriwijaya ke-XXVIII Tahun 2019 secara simbolik oleh Gubernur Sumatera Selatan<\/p>\n<p>20.45 s.d 21.00<br \/>\nPenampilan Sendratari kolosal<\/p>\n<p>21.00 s.d 21.10<br \/>\nPenampilan Musik Etnik &#8220;Rejung Pesirah&#8221;<\/p>\n<p>21.10 s.d 21.20<br \/>\nPenampilan Seni Budaya Alam Semesta International Nature Loving Association<br \/>\n(INLA) Indonesia<\/p>\n<p>21.20 s.d 21.30<br \/>\nPenutup<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Senin, 17 Juni 2029<\/strong><\/em><br \/>\n09.00 s.d 14.00<br \/>\nFGD Tari Gending Sriwijaya: Penampilan Seni Kungfu, Pencak Silat Tradisional, Barongsai<\/p>\n<p>15.30 s.d 17.30<br \/>\nParade Sastra<\/p>\n<p>17.30 s.d 18.30<br \/>\nPersiapan Pementasan Kabupaten\/Kota<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.10<br \/>\nPembukaan Pementasan Daerah Hari Pertama<\/p>\n<p>19.10 s.d 19.30<br \/>\nPagelaran Budaya Kota Metro, Lampung<\/p>\n<p>19.35 s.d 20.20<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Musi Banyuasin<\/p>\n<p>20.25 s.d 21.10<br \/>\nPagelaran Budaya Kota Lubuk Linggau<\/p>\n<p>21.15 s.d 22.00<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Ogan Ilir<\/p>\n<p>22.10 s.d 22.25<br \/>\nPenutupan, dilanjutkan pada hari kedua<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Selasa, 18 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n09.00 s.d 14.00<br \/>\nFGD Pra Rakor Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS)<br \/>\n&#8211; ASIAFI (Asosiasi Instruktur Aerobic dan Fitnes<br \/>\nIndonesia)<br \/>\n&#8211; ASKI (Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia)<br \/>\n&#8211; IOSKI (Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia)<br \/>\n&#8211; FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia)<br \/>\n&#8211; ILDI (Ikatan Langkah Dansa Indonesia)<\/p>\n<p>15.30 s.d 17.30<br \/>\nMusikalisasi Puisi<\/p>\n<p>17.30 s.d 18.30<br \/>\nPersiapan Pementasan Kabupaten\/Kota<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.10<br \/>\nPembukaan Pementasan Daerah Hari Kedua<\/p>\n<p>19.10 s.d 19.50<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Muratara<\/p>\n<p>20.15 s.d 20.55<br \/>\nPagelaran Budaya Kota Pagaralam<\/p>\n<p>21.00 s.d 21.40<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Musi Rawas<\/p>\n<p>21.45 s.d 22.25<br \/>\nPagelaran Budaya Kota Palembang<\/p>\n<p>22.25 s.d 22.30<br \/>\nPenutupan dilanjutkan pada hari ketiga<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Rabu, 19 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n08.00 s.d 13.00<br \/>\nLomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring<\/p>\n<p>09.00 s.d 14.00<br \/>\nFGD &#8220;Strategi Pemasaran Karya Seni&#8221;<\/p>\n<p>15.30 s.d 17.30<br \/>\nPementasan &#8220;Lenggang Palembang&#8221;<\/p>\n<p>17.30 s.d 18.30<br \/>\nPersiapan Pementasan Kabupaten\/ Kota Panitia<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.10<br \/>\nPembukaan Pementasan Daerah Hari Ketiga MC<\/p>\n<p>19.10 s.d 19.50<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Lahat<\/p>\n<p>20.15 s.d 20.55<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. OKU<\/p>\n<p>21.00 s.d 21.40<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. OKU Timur<\/p>\n<p>21.45 s.d 22.25<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. OKI<\/p>\n<p>22.25 s.d 22.30<br \/>\nPenutupan dilanjutkan pada hari keempat<br \/>\n<em><strong>Kamis, 20 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n08.00 s.d 13.00<br \/>\nLomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring<\/p>\n<p>09.00 s.d 14.00<br \/>\nFGD &#8220;Teater Tradisi&#8221;<\/p>\n<p>15.30 s.d 17.30<br \/>\nPementasan Kesenian Tradisional Dulmuluk<\/p>\n<p>17.30 s.d 18.30<br \/>\nPersiapan Pementasan Kabupaten\/ Kota<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.10<\/p>\n<p>Pembukaan Pementasan Daerah Hari Keempat<\/p>\n<p>19.10 s.d 19.50<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Empat Lawang<\/p>\n<p>20.15 s.d 20.55<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. PALI<\/p>\n<p>21.00 s.d 21.40 Pagelaran Budaya Kab. Banyuasin<\/p>\n<p>21.45 s.d 22.50 Penutupan dilanjutkan pada hari kelima<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Jumat, 21 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n08.30 s.d 13.00<br \/>\nLomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring<\/p>\n<p>09.00 s.d 14.00<br \/>\nFGD &#8220;Manajemen Seni dan Sanggar&#8221;<\/p>\n<p>15.00 s.d 17.00<br \/>\nLomba Mewarnai Anak tingkat TK dan SD<\/p>\n<p>15.30 s.d 17.30<br \/>\nPenampilan Musik Etnik &#8220;Rejung Pesirah&#8221;<\/p>\n<p>17.30 s.d 18.30<br \/>\nPersiapan Pementasan Kabupaten\/Kota<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.10<br \/>\nPembukaan Pementasan Daerah Hari Kelima<\/p>\n<p>19.10 s.d 19.50<br \/>\nPagelaran Budaya Kota Prabumulih<\/p>\n<p>20.15 s.d 20.55<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. Muara Enim<\/p>\n<p>21.00 s.d 21.40<br \/>\nPagelaran Budaya Kab. OKU Selatan<\/p>\n<p>21.45 s.d 22.50<br \/>\nPagelaran selesai, dilanjutkan penutupan besok<br \/>\n<em><strong>Sabtu, 22 Juni 2019<\/strong><\/em><br \/>\n09.00 s.d 13.30<br \/>\nFashion Karnaval &#8220;Dari Masa ke Masa&#8221;<\/p>\n<p>09.00 s.d 16.00<br \/>\nFestival Ragam Kuliner Sumatera Selatan<\/p>\n<p>10.00 s.s 16.00<br \/>\nPameran Hasil Fotografi Kegiatan POTRET<br \/>\n(Photography and Traveling to Palembang)<br \/>\n&#8211; ILDI (Ikatan Langkah Dansa Indonesia)<br \/>\n&#8211; B-Boy (Street Dancer Indonesia)<\/p>\n<p>15.00 s.d 17.30<br \/>\nLomba Fashion Kid PAUD, TK dan SD<\/p>\n<p>18.30 s.d 19.00<br \/>\nPersiapan dan kedatangan tamu undangan<\/p>\n<p>19.00 s.d 19.05<br \/>\nPembukaan MC<\/p>\n<p>19.05 s.d 19.15<br \/>\nDoa Panitia<\/p>\n<p>19.15 s.d 19.30<br \/>\nLaporan Ketua Pelaksana Plt. Kadisbudpar Prov. Sumsel<\/p>\n<p>19.30 s.d 20.00<br \/>\nSambutan Gubernur Sumatera Selatan\/Mewakili<\/p>\n<p>20.00 s.d 20.15<br \/>\nPengumuman Pemenang Sekaligus Peragaan Lomba Fashion Karnaval &#8220;Dari Masa Ke Masa&#8221;<\/p>\n<p>20.15 s.d 21.30<br \/>\nPengumuman Pemenang Lomba Photography and Traveling to Palembang<\/p>\n<p>21.30 s.d 21.45<br \/>\nPengumuman Penyajian Terbaik Festival Ragam Kuliner Sumsel<\/p>\n<p>21.45 s.d 22.00<br \/>\nPementasan Sanggar Seni Panitia<\/p>\n<p>22.00 s.d 22.30<br \/>\nPengumuman per-Kategori dan Pentas Seni Terbaik Festival Sriwijaya 2019<\/p>\n<p>22.30 s.d 22.45<br \/>\nPenutup<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Gubernur Sumsel Dikritik Deputi Kementerian Pariwisata &nbsp; PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Pembukaan Festival Sriwijaya yang berlangsung di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (17\/6) terkesan tidak siap. Mulai dari lampu tribun yang sampai empat kali padam bahkan saat tamu-tamu penting sedang menikmati acara, sampai minimnya masyarakat yang ikut menyaksikan event tersebut. Ketua Pelaksana sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal membantah jika panitia tidak siap. Pihaknya justru berencana akan menggunakan jasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,13],"tags":[],"class_list":["post-19473","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19473"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19479,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19473\/revisions\/19479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}