{"id":18363,"date":"2019-02-27T21:59:10","date_gmt":"2019-02-27T14:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18363"},"modified":"2019-02-27T22:03:43","modified_gmt":"2019-02-27T15:03:43","slug":"aliran-listrik-kampung-baru-terancam-diputus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18363","title":{"rendered":"Aliran Listrik Kampung Baru Terancam Diputus"},"content":{"rendered":"<p>#\u00a0Ratusan Aparat Gabungan &#8220;Setrum&#8221; Lokalisasi Teratai Putih<\/p>\n<p># Motif Razia Diduga Mirip Kalijodo<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> \u2013 Sekitar 300 aparat gabungan terdiri dari TNI, Denpom, Polri, Pol-PP dan BNN menggelar razia di eks lokalisasi Teratai Putih yang diduga masih beroperasi, Rabu (27\/2) siang. Kawasan yang dikenal dengan sebutan Kampung Baru yang terletak di Jl Teratai, RT 28 RW 09, \u00a0Km 8 Palembang itu kini diduga menjadi sarang kriminal dan peredaran narkoba. Bukan hanya itu, tim gabungan juga menduga jika di lokalisasi tersebut terendus aksi pencurian setrum (daya listrik) yang selama ini tidak terpantau oleh PLN.<\/p>\n<p>\u201cKami akan tindak lanjuti dan awasi terus. Saya akan ke sana lagi karena saya lihat banyak diduga pencurian listrik. Besok kami akan bawa (ajak) pihak PLN ke sana biar diputus (listriknya) itu semua,\u201d ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel), Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan sembari menambahkan, jika petugas juga melakukan penyegelan terhadap empat diskotek yang ilegal yaitu cafe Batman, Celebes, JP, dan Golden Star.<\/p>\n<p>Dalam razia kali ini, tim gabungan bersenjata lengkap menyisir tempat-tempat yang diduga rawan kejahatan. Menurut Turman, razia ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat. \u201cRazia tadi pagi itu karena kami banyak mendapat laporan dari masyarakat bahwa Jalan Teratai RT 28 RW 09 Kampung Baru adalah tempat lokalisasi ilegal, tempat hiburan ilegal dan banyak sekali atau marak penjualan narkotika secara ilegal. Dari data, banyak yang ditangkapi dari sana,\u201d ujarnya kepada Simbur, Rabu (27\/2).<\/p>\n<p>Dikatakannya, praktik prostitusi ilegal di Kampung Baru ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun tidak pernah berhenti. \u201cMaka dari itu, hari ini kami lakukan penyegelan tiga tempat hiburan malam ilegal,\u201d terangnya seraya menambahkan, razia dilakukan siang bolong \u00a0supaya aman dan menghindari segala kemungkinan. \u201cKami buat yang aman, pelaksana tugas aman, masyarakat juga aman. Kalau malam hari kan itu tidak kelihatan. Kalau narkoba mungkin bisa malam, tapi ini kan bukan hanya itu sasarannya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dia menegaskan, jika praktik ilegal jangan sampai dibiarkan terus menerus. Sesuai dengan hasil rapat lintas setoral seminggu sebelumnya, lanjut dia, sepakat agar Satpol PP dibackup oleh BNN, TNI, dan Polri untuk mencegah semakin membesarnya praktik-praktik ilegal yang terjadi di lokasi tersebut. \u201cHasil rapat kemarin sepakat Satpol PP akan dibackup oleh aparatur negara (BNN, TNI, Polri) untuk menutup itu. Jadi sebenarnya <em>leading sector<\/em> bukan BNN, tetapi adalah kerja bersama. Cuma karena ada narkotika makanya BNN ikut. Tempat hiburan ilegal itu harus ditutup karena menjadi tempat penjualan narkotika. Memang tugas pemerintah kota (Pemkot), tetapi itukan harus bersama-sama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam razia yang dilakukan pada siang bolong itu, petugas berhasil mengamankan satu orang pengunjung yang positif menggunakan narkoba. Setelah diinterogasi, pria yang bernama Ismail itu lalu dites urine. \u201cWah banyak sekali (bong). Bong berserakan seperti itu barang buktinya. Di luar kafe dekat rumah bilyard di situ banyak sekali ditemukan bong, plastiknya (bekas narkoba). Memang ada satu orang (Ismail) diamankan, tetapi itu orang yang mau datang ke lokasi (pengunjung). Ditanya mau apa, dia jawab mau ke tempat hiburan. Petugas langsung memeriksa urine di tempat dan positif (narkoba). Mungkin dia mau jajan sambil mau narkoba di situ. Jadi sudah sangat permisif sekali,\u201d sesalnya.<\/p>\n<p>Dilanjutkan, sebenarnya yang menyegel merupakan tugas Satpol PP karena diskotek tidak berizin. Brigjen Pol Jhon juga menegaskan jika deskotek yang telah disegel masih melanjutkan beroperasi, maka petugas akan kembali merazia. \u00a0\u201cKalau dibuka lagi, yah akan dirazia lagi. Makanya tadi saya bilang kita (Palembang) bisa mengikuti Surabaya dan Jakarta, ratakan itu. Karena itu tempat prostitusi, miras, curi listrik, narkoba,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Terkait solusi, Brigjen Pol Jhon menyamakan jika lokasi tersebut sama dengan Gang Dolly di Surabaya atau Kalijodo di Jakarta. Sehingga, Pemkot Palembang seharusnya meniru Wali Kota Surabaya dan mantan Gubernur DKI Jakarta yang mampu meratakan dan menutup lokasi basah tersebut. \u201cKami mohon seperti itu (diratakan) makanya tadi saya bilang ke Satpol-PP kalau tidak ada izinnya, rontokkan. Karena kalau makin besar, masyarakat jadi lawan kita (petugas). Kami hanya mendorong (Pemkot),\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Apalagi, petugas sempat melakukan dialog dengan masyarakat, dan hasilnya justru masyarakat sekitar menolak jika lokasi tersebut ditutup. \u201cTadi kami berdialog dengan masyarakat sekitar dan minta tanggapan mereka jika lokasi itu ditutup. Jawabannya justru mereka berharap jangan ditutup. Karena jika ditutup mereka tidak bisa berjualan nasi, rokok dan sebagainya di sana,\u201d ungkapnya seraya menambahkan jika penyidik Polresta Palembang sudah mendata para mucikari dan nantinya akan dipanggil untuk pemeriksaan.<\/p>\n<p>Sementara, Kepala Satpol PP Kota Palembang, Alex Ferinandus memastikan jika tempat hiburan yang ada di Teratai Putih adalah ilegal dan sejak dulu sudah ditutup. \u201cSatpol PP dilibatkan dalam razia itu dan diturunkan sekitar 100 personel. Memang di sana itu tidak diijinkan dan lokasi sudah ditutup sejak 2002 lalu, tapi masih (lanjut) operasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Alex juga memastikan jika pihaknya akan terus mengawasi diskotek ilegal agar tidak beroperasi kembali. \u201cUntuk narkoba yang menindaklanjutinya itu BNN. Kalau kami diskotek yang ilegal tadi. Satpol PP secara rutin akan mengawasi,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Alex menambahkan, pemilik diskotek ilegal akan segera dipanggil dan diproses sesuai peraturan daerah. \u201cKe depan kami akan kembali melakukan razia tempat hiburan malam ilegal ataupun penginapan yang disalahgunakan jadi tempat prostitusi dan penyalahgunaan narkoba dan menyalahi izin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Diketahui, rencana relokasi kawasan prostitusi Teratai Putih sudah lama digaungkan sejak dikeluarkannya Pengumuman No 2936\/462\/2001 tentang Penutupan Lokalisasi WTS Teratai Putih Km 8 Palembang berdasarkan SK Gubernur Sumsel No 573\/SK\/Dinkesos\/2000. Namun sayang, kawasan tersebut masih beroperasi hingga kini, bahkan telah menyatu dengan perkampungan masyarakat sekitar<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, dugaan pencurian daya listrik yang terjadi di Kampung Baru, Supervisor Humas PLN S2WJB Palembang, Iwan Aristiadi mengatakan, belum mengetahui pasti terkait dugaan tersebut. \u201cSaat ini saya sedang tidak berada di Palembang. Jadi, saya belum tahu informasi tentang itu (pencurian daya listrik). Nanti saya coba cari informasi dulu ya,\u201d tutupnya. <strong>(dfn\/cjs01)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>#\u00a0Ratusan Aparat Gabungan &#8220;Setrum&#8221; Lokalisasi Teratai Putih # Motif Razia Diduga Mirip Kalijodo \u00a0 \u00a0 PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Sekitar 300 aparat gabungan terdiri dari TNI, Denpom, Polri, Pol-PP dan BNN menggelar razia di eks lokalisasi Teratai Putih yang diduga masih beroperasi, Rabu (27\/2) siang. Kawasan yang dikenal dengan sebutan Kampung Baru yang terletak di Jl Teratai, RT 28 RW 09, \u00a0Km 8 Palembang itu kini diduga menjadi sarang kriminal dan peredaran narkoba. Bukan hanya itu,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18364,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18363"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18367,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18363\/revisions\/18367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}