{"id":18318,"date":"2019-02-24T12:55:59","date_gmt":"2019-02-24T05:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18318"},"modified":"2019-02-24T12:56:48","modified_gmt":"2019-02-24T05:56:48","slug":"dipaksa-ngaku-sebagai-pelaku-kapolda-tidak-ada-pemerkosaan-dan-kapolres-sudah-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18318","title":{"rendered":"Dipaksa Ngaku sebagai Pelaku, Kapolda: Tidak Ada Pemerkosaan dan Kapolres Sudah Tahu"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Misteri kasus dugaan perampokan dan pemerkosaan terhadap bidan desa YL memasuki babak baru. Keluarga Harismail (25) merasa geram atas apa yang menimpa lelaki yang berprofesi sopir itu. Dugaan Harismail terlibat sebagai pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap bidan desa YL dibantah pihak keluarga. Menurut keluarganya, saat kejadian Harismail sedang berada di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI).<\/p>\n<p>Ayah Harismail, Hayan saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara mengatakan, jika pihak keluarga sudah membuat laporan polisi (LP) dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor\u00a0 STTLP\/187\/II\/2019\/SPKT tanggal 22 Februari 2019. Adapun isi laporan tersebut berupa penganiayaan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTD) kepada anaknya. Setelah dilaporkan, Hayan mengaku jika sudah ada petugas yang mendatangi dan meminta keterangan.<\/p>\n<p>\u201cKami belum tahu siapa pelakunya. Ini sudah dilaporkan ke Polda (Sumsel). Korban tidak ada keterlibatan sama sekali dengan kejadian yang menimpa bidan YL. Saat kejadian (perampokan bidan YL), dia ini (Harismail) lagi di Kayuagung. Pekerjaan dia kan sopir mobil keruk. Dia sama sekali tidak tahu menahu soal ini (perampokan bidan),\u201d ungkapnya kepada Simbur, (23\/2).<\/p>\n<p>Atas kejadian itu, Hayan menegaskan bahwa selama ini anaknya tidak memiliki musuh atau masalah yang bisa berdampak pada aksi balas dendam. \u201cDia tidak ada musuh. Kami belum tahu kasusnya ini, siapa pelakunya, tuduhannya apa. Tapi waktu dianiaya (Harismail), OTD minta ngaku yang itu (pelaku perampokan bidan),&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Hayan kemudian menceritakan secara singkat bagaimana gambaran kejadian saat anaknya dijemput paksa oleh sejumlah OTD. \u201cJadi jalan (ikut) biasa saja. Tidak ada rasa curiga. Kami tidak ada salah. Waktu jalan-jalan kan merasa tidak ada salah, jadi tidak ada rasa takutnya (kepada OTD). Dia itu dipaksa mengaku (pelaku perampokan Bidan YL). Kata dia (Harismail) biar saya mati, saya tidak (akan) mengaku. Kamu bunuhlah, saya (tetap) tidak,\u201d ungkapnya dengan tatapan kosong seolah melihat langsung anaknya yang dianiaya.<\/p>\n<p>Sebagai seorang ayah, Hayan merasa sedih dan terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya. Dirinya berharap agar kasus tersebut cepat selesai dan pelaku penganiayaan secepatnya\u00a0 terungkap dan ditangkap. \u201cPerasaan saya sebagai seorang bapak itu merasa susah. Kalau bisa diurusi (diungkap pelakunya) dengan cara yang benar. Saya berharap pelakunya dapat ditangkap. Saya berdoa semoga cepat tuntas kasus ini,\u201d harapnya lirih.<\/p>\n<p>Senada, kakak ipar Harismail, Iwan membenarkan jika pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu. \u201cIya sudah (melapor). LP ada sama mbah (Hayan). Tadi banyak datang Propam,\u201d ujarnya sembari menegaskan jika saat kejadian bidan YL, Harismail sedang di Kayuagung.<\/p>\n<p>Hanya saja, pihak keluarga sempat merasa kecewa dan marah sebab dilarang untuk menemui Harismail yang sedang terbaring lemah itu. \u201cAdek ini jadi korban. Makanya saya marah sama perawat (RS Bhayangkara). Saya bilang pindahkan saja ke RS lain. Tadi kan keluarga itu tidak boleh masuk. Kami inikan korban, kok sudah ada intimidasi. Padahal, status adik saya bukan tahanan tapi pasien umum,\u201d sesalnya.<\/p>\n<p>Iwan bahkan yakin jika saat adik iparnya disekap di dalam mobil, tangan Harismail sempat diborgol sehingga meninggalkan luka cukup parah di pergelangan tangannya. Dia itu diangkut dari motor terus dimasukkan di mobil. Tangan diborgol dan mata dilakban lalu dianiaya. Itu lihat saja tangannya (bekasnya), itu diborgol,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara turut prihatin atas kasus bidan desa YL yang dikabarkan mengalami dugaan perampokan dan perkosaan di poskesdes Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Akan tetapi, orang nomor satu di Polda Sumsel ini berhipotesis secara ilmiah dari hasil Laboratorium Forensik dengan tegas menyatakan tidak ada pemerkosaan dalam kasus ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami serius menanganganinya. Laboratorium Forensik sedang mengungkap penyidikan secara ilmiah. Kami lihat di badannya,\u00a0 ada sperma atau tidak. Dari awal terjadi debat. Petugas yang mengambil (sampel) ada dua orang.\u00a0 Yang satu mengatakan tidak ada sperma. Yang satu orang mengatakan ada sperma,&#8221; ungkap Kapolda.<\/p>\n<p>Menurut Kapolda setelah dicek labfor, berdasarkan ilmiah ternyata tidak ditemukan sperma di locus deteliti. Di situ, tegasnya, hasil labfor tidak terjadi pemerkosaan sama sekali. &#8220;Mohon maaf tidak terjadi pemerkosaan berdasarkan ilmiah. Kami masih kembangkan\u00a0\u00a0 menurut pemeriksaan\u00a0 secara ilmiah. Sekarang Kapolres sudah tahu,&#8221; ungkap jenderal dengan dua bintang di pundaknya.<\/p>\n<p>Masih kata Kapolda, pihaknya akan mengembangkan kasus ini karena di wajah korban mengalami\u00a0 luka\u00a0 lebam. &#8220;Kami akan turunkan dokter forensik apakah itu dibenturkan atau dipukul. Kami tidak berasumsi pemerkosaan. Langkah kami\u00a0 dibangun dengan\u00a0 sebuah hipotesis terjadi peristiwa. Pembuktian dengan fakta-fakta\u00a0 secara ilmiah,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Masih kata Kapolda, tim Labfor<br \/>\nmengambil yang ada di badan, bukan polisi tapi puskesmas. Dijelaskan Kapolda, ini berbeda dengan kasus si Ina dan mahasiswi yang ditemukan jaringan-jaringan sperma. &#8220;Tidak\u00a0\u00a0 ditemukan bulu kemaluan jatuh di kasur. Seharusnya ada bulu jatuh di setiap kasus pemerkosaan. Di sini tidak ditemukan jatuhnya bulu kemaluan itu,&#8221; ungkap Kapolda.<\/p>\n<p>Saat\u00a0 itu hujan dan lima pelaku tidak ada jejak-jejak, bersih. Kapolda menerangkan bahwa kasus pemerkosaan ini\u00a0 belum selesai. &#8220;Harus dibuktikan dengan sperma dan hasil visum\u00a0\u00a0 masih diproses. Labfor kami sudah canggih. Tidak ditemukan\u00a0 sperma secara ilmiah,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Lanjut Kapolda, pihaknya menganggap peristiwa itu ada. Setelah berhipotesis tiba\u2013tiba sadar mengatakan bahwa kasus rekayasa. &#8220;Kami mengatakan secara ilmiah tidak ada kasus pemerkosaan. Masalahnya korban kehilangan\u00a0 barang,&#8221; tegas Kapolda.<\/p>\n<p>Dijelaskannya pula, polisi harus membuktikan ketika tersangka ditangkap. DNA dapat menyatakan orang bersalah dalam kasus pemerkosaan. Harus jelas dua alat bukti ilmiah. &#8220;Hasil visum\u00a0 yang tak bisa terbantahkan. Hasil labfor tidak bulu \u2013bulu. Tidak ada orang naik tangga. Dari 61 pertayaan masih simpang siur. Sekali lagi hipotesis kami secara ilmiah tidak terjadi pemerkosaan itu,&#8221; tutupnya.(cjs01\/dfn)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Misteri kasus dugaan perampokan dan pemerkosaan terhadap bidan desa YL memasuki babak baru. Keluarga Harismail (25) merasa geram atas apa yang menimpa lelaki yang berprofesi sopir itu. Dugaan Harismail terlibat sebagai pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap bidan desa YL dibantah pihak keluarga. Menurut keluarganya, saat kejadian Harismail sedang berada di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI). Ayah Harismail, Hayan saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara mengatakan, jika pihak keluarga sudah membuat laporan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18319,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,9],"tags":[],"class_list":["post-18318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-penting","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18318"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18321,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18318\/revisions\/18321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}