{"id":18183,"date":"2019-02-12T14:00:05","date_gmt":"2019-02-12T07:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18183"},"modified":"2019-02-12T14:00:05","modified_gmt":"2019-02-12T07:00:05","slug":"masalah-e-ktp-belum-tuntas-malah-gagas-e-id-daerah-belum-siap-go-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18183","title":{"rendered":"Masalah e-KTP Belum Tuntas malah Gagas e-ID, Daerah Belum Siap Go Digital"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Setelah diberlakukan selama dua dasawarsa terakhir, tampaknya pemanfaatan KTP elektronik (e-KTP) akan tergeser oleh identitas elektronik multiguna (e-ID).\u00a0 Ide yang dianggap pengembangan e-KTP tersebut dirancang sebagai bentuk digitalisasi pelayanan publik. Namun, masih banyaknya area blank spot karena tidak adanya jaringan internet, tentu akan menjadi kendala dalam penerapannya.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Dukcapil Sumsel, Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (9\/2) dengan sedikit bercanda dia mengatakan jika program Dukcapil Go Digital termasuk didalamnya e-ID akan segera direalisasikan. &#8220;Soal itu, kalau sudah perintah komandan di Jakarta, mau bilang apa kita,&#8221; jawabnya diikuti tawa.<\/p>\n<p>Dilanjutkan, semua pihak berharap apa yang disampaikan oleh Dirjen Dukcapil di Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri di Makassar kemarin, bisa jadi kenyataan dan bisa membahagiakan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Tentunya, kami yang (jajaran) bawah mendukung penuh apa yang dicanangkan oleh Dirjen. Tapi harus didukung dengan jaringan internet (sarana prasarana). Mungkin, Dirjen punya pertimbangan tersendiri dan lebih mengetahui sehingga menerapkan sistem go digital. Kalau sudah memiliki perhitungan matang, semua pelaksana termasuk Dukcapil Sumsel harus ikut,&#8221; ungkapnya Ana panggilan akrab Kadisdukcapil.<\/p>\n<p>Intinya, lanjut Ana, program go digital hasil rakornas kemarin harus dilaksanakan. Namun tentu harus punya kesiapan yang matang termasuk ketersediaan jaringan dan alat. Saat ditanya soal sumber dana yang akan digunakan untuk realisasi program go digital dan e-ID, Ana Septiani tidak menjawab karena dalam rakornas hal tersebut tidak dipaparkan. &#8220;Soal anggaran dari mana itulah yang belum bisa dijawab. Dirjen juga tidak membahas itu. Pokoknya laksanakan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumsel, Dr Budiarto Marsul SE MSi saat dikonfirmasi soal e-ID belum mau memberi tanggapan. &#8220;Saya belum mengerti teknologi ini (e-ID), jadi belum bisa untuk komentar apa-apa, untung ruginya saya juga belum mengerti. Nanti salah jika berkomentar,&#8221; jawabnya.<\/p>\n<p>Saat ditanya tentang perlu tidaknya e-ID saat ini, kembali Budiarto belum mau berkomentar. &#8220;Justru itulah, saya sama sekali belum paham. Daripada komentar salah, nanti ini yah, maaf yah. Kalau saya sudah baca minimal sedikit, baru saya komentar,&#8221; tutup Budiarto.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, e-ID merupakan hasil gagasan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.<\/p>\n<p>Sistem identitas elektronik yang dipaparkan saat Rakornas diklaim sebagai pengembangan lebih lanjut dari e-KTP. Bila e-ID terwujud, layanan negara bisa diakses via ponsel. e-ID juga bisa membantu mengatasi peredaran hoax di media sosial.<\/p>\n<p>Lewat sistem e-ID, identitas penduduk bisa dibuktikan via sidik jari, pengenalan wajah, dan kode pin. Fasilitas ketiga cara tersebut terdapat di ponsel pintar atau perangkat komputer. Data identitas tersimpan di basis data Kependudukan Nasional. e-ID juga bisa mencegah masalah identitas penduduk ganda. (dfn)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Setelah diberlakukan selama dua dasawarsa terakhir, tampaknya pemanfaatan KTP elektronik (e-KTP) akan tergeser oleh identitas elektronik multiguna (e-ID).\u00a0 Ide yang dianggap pengembangan e-KTP tersebut dirancang sebagai bentuk digitalisasi pelayanan publik. Namun, masih banyaknya area blank spot karena tidak adanya jaringan internet, tentu akan menjadi kendala dalam penerapannya. Kepala Dinas Dukcapil Sumsel, Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (9\/2) dengan sedikit bercanda dia mengatakan jika program Dukcapil Go&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-18183","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18183"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18185,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18183\/revisions\/18185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}