{"id":18156,"date":"2019-02-11T05:06:48","date_gmt":"2019-02-10T22:06:48","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18156"},"modified":"2019-02-14T20:32:57","modified_gmt":"2019-02-14T13:32:57","slug":"media-konvensional-masih-unggul-media-sosial-kuasai-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=18156","title":{"rendered":"Media Konvensional Masih Unggul, Media Sosial Kuasai Pasar"},"content":{"rendered":"<p># Meninjau Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Pengaruh media merebut hati pembaca dan lini massa di Indonesia menjadi wacana tersendiri pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Perkembangan antara media massa, baik konvensional (cetak, elektronik dan siber) dengan media sosial merupakan kajian penting dan menarik di tengah perkembangan teknologi informasi, khususnya di kalangan generasi milenial. Berikut laporan yang berhasil dihimpun Simbur selama pelaksanaan HPN 2019.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SURABAYA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Media konvensional (cetak, elektronik, dan siber) sebagai media arus utama tetap lebih dipercaya masyarakat dalam memperoleh informasi daripada media sosial. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada perayaan puncak Hari Pers Nasional 2019 di Grand City Convention Center, Kota Surabaya, Sabtu (9\/2). &#8220;Tahun 2018, kepercayaan terhadap media konvensional adalah 63 persen berbanding 40 persen untuk media sosial,&#8221; ujar Presiden Jokowi.<\/p>\n<p>Era media sosial, kata Jokowi, membuat siapa pun dapat bekerja sebagai jurnalis. Tetapi, tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemred. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Jokowi mengatakan, salah satunya ketika pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Tetapi, yang muncul di ruang publik hal tersebut disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika pemerintah menyampaikan well infomation society jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Jokowi pun berharap di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoax, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana. &#8220;Media harus bisa mencari kebenaran dan mencari fakta,&#8221; ungkap Jokowi.<\/p>\n<p>Hal senada diungkap Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Auri Jaya. Menurutnya, profesi wartawan kian tergerus. Karena menjadi wartawan kelihatannya gampang. Meski demikian, tidak seperti yang dipikirkan banyak orang.<\/p>\n<p>&#8220;Menjadi wartawan itu ada beberapa kaidah yang harus dipenuhi. Ada kode etik yang harus dipatuhi. Ada pengawasan, ada tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan,&#8221; ungkap Auri saat Seminar Nasional Jurnalisme Kemaritiman di Hotel JW Marriot Surabaya.<\/p>\n<p>Masih kata dia, dalam masyarakat yang ada sekarang, di tengah perkembangan teknologi dan informasi, media massa mainstream kian tergerus dengan media sosial. &#8220;Semua orang bisa menyampaikan informasi. Semua orang bisa mengabarkan situasi dari mana saja tanpa harus membayar. Cukup membeli kuota tiap bulan bisa mendapat informasi dari mana saja,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Dijelaskannya pula, pesaing wartawan bukan hanya\u00a0 wartawan itu sendiri. Pesaing wartawan itu setiap lapisan masyarakat. Semua orang bisa menjadi wartawan dan membuat platform media sendiri. Dirinya menambahkan, meskipun media sosial bukan produk pers tapi kenyataan di lapangan tidak demikian. &#8220;Yang bukan pers inilah yang menguasai pasar karena segmennya jelas dan disenangi pembaca milenial,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><strong>Media dalam Pusaran Pemilu<\/strong><\/p>\n<p>Sebelumnya, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan bahwa media massa dan media sosial sangat berpengaruh pada proses pemilihan umum (pemilu). &#8220;Media dalam pemilu bisa memperkeruh atau menjernihkan dan mengajak masyarakat dalam mengenal calon wakil rayatnya,&#8221; ujar Yosep dalam workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Four Point Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6\/2).<\/p>\n<p>Stanley, begitu dia akrab disapa, menyebutkan bahwa dalam menghadapi Pemilu 2019, ada beberapa catatan hitam yang muncul pada Pemilu 2014. &#8220;Memori buruk Pemilu 2014 seperti ada aksi kampanye hitam, ada media semacam Obor Rakyat, isu SARA dan dimainkannya politik identitasnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan yang menyebutkan bahwa peran pers menjadi sangat penting untuk menyajikan berita seobjektif mungkin dalam proses Pemilu. &#8220;Pers punya peran besar agar bisa memberitakan seobjektif mungkin untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat,&#8221; tukas Abhan dalam Seminar bertema Pers dan Pemilu Yang Demokratis di Sheraton Ballroom, Kota Surabaya, Jumat (7\/2).<\/p>\n<p>Dijelaskan Abhan, Pemilu 2019 adalah pemilu pertama kali yang dikenal dengan Pemilu lima surat suara.\u00a0 Selain pekerjaan tambahan bagi masyarakat Pemilih, kata Abhan, Bawaslu juga perlu bekerja ekstrahati-hati dalam Pemilu Serentak terutama soal Pilpres. &#8220;Untuk Pilpres nanti, ada petahana yang maju kembali dan bagaimanapun tetap melekat atribut pemerintahan di mana dia masih menjadi pembuat kebijakan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Seyogianya, peran media sangat besar, bukan sebatas untuk kepentingan politik dan bisnis semata. Media massa juga harus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Pernyataan itu diungkap Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam Konvensi Nasional Media Massa bertema Media Massa di Tengah Terpaan: Winner Take All Market&#8221; di Sheraton Ballroom, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8\/2). &#8220;Peran media massa sangat besar terhadap perwujudan kesejahteraan masyarakat,&#8221; ujar Pakde Karwo, sapaannya.<\/p>\n<p>Bagusnya media massa, lanjut dia, telah menjadikan masyakat Jawa Timur semakin terbuka pemikirannya dan semakin demokratis dalam bermasyarakat. &#8220;Dalam pengalaman kami selama 10 tahun belakangan ini, DPRD dalam mengambil keputusan itu tidak pernah sekalipun menggunakan voting,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><strong>Usung Jurnalisme Ramah Wisata<\/strong><\/p>\n<p>Menteri Pariwisata RI mengatakan, media memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Menurutnya, apabila banyak destinasi wisata yang dipromosikan oleh media, maka jumlah turis yang datang paati akan lebih banyak. &#8220;Promosi yang dilakukan oleh media, menjadi penentu juga dalam pengembangan pariwisata Indonesia,&#8221; ujar Menteri Pariwisata Arif Yahya pada forum Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Hotel JW Marriot, Surabaya pada Kamis (7\/2)<\/p>\n<p>Menurut Menpar, pada 2020 mendatang, pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbanyak di Indonesia. Arief meyakini hal ini, karena saat ini Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pariwisata terbesar di Asia.&#8221;Pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbanyak di Indonesia. Berharap 2020, benar-benar terwujud,&#8221; kata Arif.<\/p>\n<p>Ia juga menilai, pariwisata menjadi sektor yang penting karena mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Pasalnya, ia menyebut, efek ekonomi dari sektor pariwisata bisa menetes hingga ke bawah. Masih kata Arief, pada forum ini pun memamerkan beberapa pencapaian kemenpar, seperti terpilihnya Kemenpar Indonesia menjadi kementerian pariwisata terbaik di Asia Pasifik. Tak hanya itu, ia juga memaparkan bahwa pariwisata Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan hingga 22 persen pada kurun Januari-Desember 2017.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini sudah lebih tinggi dari pasar regional dan global yang (pertumbuhannya, red) hanya 7 persen. Kompetitior emosional kita adalah Malaysia, kompetitior profesional Thailand, dan pada 2017 dua-duanya berhasil dikalahkan,&#8221; kata Arif.<\/p>\n<p>Ia kembali menegaskan, pada 2020 mendatang, pariwisata akan mampu menjadi penghasil devisa terbesar mengalahkan sektor migas. &#8220;Jika dulu disebut Migas dan sisanya adalah sektor non migas, nanti akan saya ganti pariwisata dan sisanya non pariwisata,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Minim Startup Bidang Media Massa<\/strong><\/p>\n<p>Perkembangan startup usaha dalam era digitalisasi menunjukkan masih rendahnya minat untuk bermain untuk industri media massa. Begitu pandangan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam Konvensi Nasional Media Massa di Sheraton Ballroom, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8\/2). &#8220;Di Indonesia ini masih sedikit start up yang mau bergerak di bidang media massa,&#8221; ungkap Rudiantara.<\/p>\n<p>Rudiantara juga menjelaskan bahwa seriring berkembangnya digitalisasi, medium media massa itu pun juga sudah beralih dari cetak menuju media siber. Meski begitu, kata dia, sekalipun medium sudah berubah tapi aspek penting dari media massa yaitu konten tidak pernah mengalami perubahan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya selalu pisahkan konten dengan medium dalam industri media massa. Terpenting adalah konten yang bergantung pada sumber daya manusia di mana kuncinya adalah profesionalisme dari jurnalis,&#8221; tukasnya.<\/p>\n<p>Sehubungan dengan itu, kontribusi manufaktur Indonesia terhadap pendapatan domestik bruto menempati peringkat lima besar dengan capaian 20,5 persen pada 2017. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional bertema Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Sheraton Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7\/2).<\/p>\n<p>Airlangga menjelaskan bahwa PDB dalam industri UMKM kemasyarakat non migas, dalam periode 2015-2018 menunjukkan pertumbuhan positif. &#8220;Rataan pertumbuhan industri pengolahan non migas periode 2015-2018 adalah 4,87 persen dengan nilai PDB pada tahun 2018 Rp2.555,8 triliun. Untuk distribusi rataan industri dengan pertumbuhan tertinggi adalah makanan dan minuman pada angka 8,71 persen dan yang masih belum optimal industri tekstil dan pakaian jadi yaitu 1,64 persen,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Airlangga menyebut kalaupun kemudian ada pengamat yang menyebut kontribusi Indonesia masih rendah dan di bawah 30 persen. Hal tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. &#8220;Kalau ada pengamat bilang kontribusi manufaktur kita masih di bawah 30 persen, ternyata di dunia tidak ada yang diatas itu. Sekalipun Tiongkok masih 28,8 persen,&#8221; demikian Airlangga.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia belajar dari Cina untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurut Luhut, salah satu faktor kebangkitan ekonomi Cina dikarenakan banyak tumbuh usaha kecil kemasyarakatan atau UMKM. &#8220;Perkembangan Cina ini sangat luar bisa. Mengapa? Karena UMKM di sana begitu berkembang dan kita pun belajar dari Cina,&#8221; ujar Luhut.<\/p>\n<p>Tahun 2000, dikatakan Luhut, Cina berada pada peringkat kelima dan terus meningkat pada tahun 2017 berada di peringkat kedua ekonomi dunia. Keberhasilan Cina dalam membangun ekonomi melalui UMKM, lanjutnya, menjadi salah satu pelajaran penting bagi Indonesia di mana memilii lebih banyak potensi UMKM untuk dikembangkan.<\/p>\n<p>Hanya saja, dia menegaskan, belajar dari bagaimana Cina berkembang tetap tidak mengubah arah pembangunan bangsa yang mandiri dengan mengoptimalkan potensi yang ada. &#8220;Presiden Jokowi sudah mengatakan bahwa ekonomi kita tidak berkiblat ke AS ataupun ke China, kita harus bisa membangun ekonomi kita sendiri,&#8221; tegas Luhut.<\/p>\n<p><strong>Bertabur Penghargaan dan Kartu Pers Istimewa<\/strong><\/p>\n<p>Wartawan Indonesia mendapatkan sejumlah penghargaan dalam perayaan puncak Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya. Tema yang diangkat adalah &#8220;Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital&#8221;.<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo dalam hal ini menerima penghargaan kemerdekaan pers. Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo. Selain itu, rangkaian acara HPN juga memberikan sejumlah penghargaan lainnya. Penghargaan Digital Award HPN 2019 diserahkan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S Depari kepada Menteri Pariwisata dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.<\/p>\n<p>Berikutnya, anugerah Kepedulian Pers kategori instansi pemerintah kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Penghargaan Warta Bakti Utama diberikan kepada Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang dan Anugerah Perintih Pers kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.<\/p>\n<p>Selanjutnya penghargaan pers Adinegoro yang diwakili anugerah Lifetime Achievement Award, Syafik Munir (Harian Pikiran Rakyat) Pengahargaan Kepeloporan Bidang Media, Radio Elshinta dan Kategori Jurnalistik Televisi, Anton Bachtiar Rifai (Liputan 6 SCTV). Serta penghargaan Pers Card Number One (PCNO), Akhmad Munir.<\/p>\n<p>Terpisah, Marah Sakti Siregar, Ketua Dewan Juri Kategori Indepth Reporting (media cetak) Anugerah Adinegoro karena untuk kali ini tidak melahirkan\u00a0 pemenang. Alasannya,\u00a0 karya yang masuk tidak ada sudut pandang yang baru, usaha mengejar kelengkapan sangat kurang, dan penyajian penulisan sangat kurang.\u00a0 &#8220;Anugerah Adinegoro ini adalah penghargaan besar, jadi kami tidak ingin memenangkan bila tidak mencapai nilai yang diharapkan,&#8221;\u00a0 ujar Marah Sakti.<\/p>\n<p>Karya yang dinilai cukup baik itu, meskipun bukan pemenang, mendapatkan penghargaan dari juri, yaitu karya Ahmadi Sultan (Geliat Pemilu di Tapal Batas Republika Indonesia; Gairah Tinggi, Menabur Harap Lima Tahun Sekali, Harian Batam Pos, 30 November 2018) dan karya Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran (Catatan Bukan Si Boy, Majalah Tempo, 15-21 Oktober 2018).<\/p>\n<p>Sebagaimana telah disiarkan, juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018\u00a0 telah menyelesaikan penilaian enam kategori karya jurnalistik pada Januari 2019 di Kantor PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Kelima pemenang yang menerima piala di depan Presiden saat acara puncak HPN 2019 (9\/2) adalah Anton Bahtiar RifaI (Kategori Televisi, Suara Dari Rimba, Liputan 6 SCTV) dengan juri Imam Wahyudi, Nurjaman Mochtar, dan Immas Sunarya. Benny Hermawan (Kategori Radio, Suara Disabilitas Mental dalam Demokrasi Rasional, RRI Surabaya) dengan juri Errol Jonathans, Awanda Erna, dan Chandra Novriadi.<\/p>\n<p>Selain itu, Wahyu Kokkang (Kategori Karikatur, Hantu Pilpres 2019, Harian Jawa Pos), dengan juri Dolorosa Sinaga, Agus Darmawan T, Gatot Eko Cahyono. Dimitrius Wisnu Widiantoro (Kategori Foto, Kampanye Damai Jadi Pendidikan Politik, Harian Kompas) dengan juri Enny Nuraheni, Tagor Siagian, dan Melly Riana Sari. Sri Iswati (Kategori Siber, Kejar Kemenangan Agung, Kalah Pun Terhormat, jayakartanews.com) dengan juri Dr. Agus Sudibyo, Dr.Mulharnetty Syas, dan Petty Fatimah.<\/p>\n<p>Sementara itu, sebanyak\u00a0 22 wartawan senior mendapat kartu pers nomor satu berjuluk Press Card Number One (PCNO)\u00a0 atau kartu pers nomer satu, dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya.<br \/>\nPembagian kartu pers istimewa ini, dimulai sejak HPN 2010 di Palembang. Kemudian berlanjut di HPN 2011 di Kupang NTT, HPN 2012 di Jambi, HPN 2013 di Sulut, HPN 2014 di Bengkulu tidak diberikan, HPN 2015 di Kepri, HPN 2016 di NTB. Kemudian dua tahun berturut-turut di HPN 2017 di Ambon dan HPN 2018 di Sumatera Barat absen. Baru di HPN 2019 di Surabaya ada lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Memang pemberian PCNO itu, tidak harus dipaksakan setiap HPN ada. Itu kan diberikan kepada wartawan pilihan. Mereka itu harus berkinerja profesional, berdedikasi, punya pengorbanan kepada dunia pers, dan menjunjung tinggi\u00a0 kebebasan pers, dan patut diteladani, &#8221; ujar Margiono selaku penanggung jawab HPN.<\/p>\n<p><strong>Pers Bangkitkan Prestasi Olahraga Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Tak ketinggalan, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat pun memberikan anugerah pada HPN 2019. Menurut Wakil Ketua Panpel Azhari Nasution, sejumlah menteri dan tokoh-tokoh dan pembina olahraga, serta sejumlah kepala daerah telah menyatakan hadir pada acara yang bakal bertaburan bintang olahraga tersebut. Pada kesempatan ini tak kurang 150 plakat khusus yang akan dibagikan.<\/p>\n<p>Salah satu tokoh olahraga yang sukses membawa Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Alex Noerdin. Dia menerima penghargaan Golden Award tingkat nasional berupa tokoh\u00a0 &#8216;Kreator go internasional&#8221; pada acara bertajuk Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI Pusat 2019 di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (8\/2) malam.<\/p>\n<p>Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari menjelaskan acara malam anugerah SIWO\u00a0 diharapkan menjadi momentum memotivasi kemajuan olahraga nasional. &#8220;Prinsipnya Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI Pusat menjadi puncak acara pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur,&#8221; tutur Atal.<\/p>\n<p>Ketua Siwo PWI Pusat AAGWA Ariwangsa menjelaskan,\u00a0 pelaksanaan Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2019 menjadi bagian dari peringatan HPN di Surabaya. &#8220;Kami berterima kasih atas perhatian PWI Pusat membawa Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2019 sebagai puncak acara HPN nanti. Kami tak membayangkan bisa seperti ini, karena tradisinya kami selalu menggelar di Jakarta,&#8221; kata Ariwangsa.<\/p>\n<p>Ariwangsa mengaku senang karena acara ini bisa berlangsung sukses.\u00a0 Acara ini\u00a0 menjadi istimewa. Bukan hanya pelaksanaannya digelar bersama dengan HPN, tapi mengingat pada 2018 menjadi momen kebangkitan olahraga nasional. Indonesia sukses dalam dua event besar yakni Asian Games di Jakarta-Palembang dan Asian Para Games di Jakarta.<\/p>\n<p>Khusus untuk pencapaian prestasi, Indonesia menembus posisi empat besar Asian Games 2018 dengan raihan 31 medali emas, serta posisi lima besar Asian Para Games dengan torehan 37 medali emas.\u00a0 &#8220;Dan momentum menjadi tuan rumah Asian Games ini belum tentu akan terulang kembali hinggga 50 tahun ke depan,&#8221; kata Ariwangsa.<strong> (tim)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Meninjau Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya &nbsp; Pengaruh media merebut hati pembaca dan lini massa di Indonesia menjadi wacana tersendiri pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Perkembangan antara media massa, baik konvensional (cetak, elektronik dan siber) dengan media sosial merupakan kajian penting dan menarik di tengah perkembangan teknologi informasi, khususnya di kalangan generasi milenial. Berikut laporan yang berhasil dihimpun Simbur selama pelaksanaan HPN 2019. &nbsp; SURABAYA, SIMBUR &#8211;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18199,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18156"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18160,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18156\/revisions\/18160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}