{"id":17617,"date":"2018-12-06T19:16:17","date_gmt":"2018-12-06T12:16:17","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=17617"},"modified":"2018-12-06T19:16:17","modified_gmt":"2018-12-06T12:16:17","slug":"jadi-lumbung-pangan-baru-di-indonesia-sumsel-kembalikan-kejayaan-sriwijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=17617","title":{"rendered":"Jadi Lumbung Pangan Baru di Indonesia, Sumsel Kembalikan Kejayaan Sriwijaya"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP menuturkan, Kementerian Pertanian membangunkan lahan tidur kurang lebih 500.000 hektare di Provinsi Sumsel. Untuk tahap pertama, terang Menteri, sebanyak 200.000 hektare. Dirinya yakin kalau program ini berhasil akan berpengaruh pada pendapatan petani di Provinsi Sumsel yang naik hingga mencapai Rp12 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Ini rencana besar, kami fokus atas perintah Presiden. Kami (Kementerian Pertanian) diperintahkan untuk membangun lumbung pangan baru di Sumsel. Ada 500.000 hektare, tahap pertama 200.000 hektare tahun ini,&#8221; kata Menteri Andi saat Rapat koordinasi Bidang Pertanian di Hotel Aryaduta Kamis (6\/12).<\/p>\n<p>Dikatakannya, yang akan diterapkan adalah pertanian modern gagasan besar Presiden RI adalah koperasi dikorporasikan. Pertanian modern yang dimaksud adalah bukan pertanian biasa yang selama ini tradisional, konvensional dan sebagainya. Melainkan mentransformasikan pertanian tradisional menjadi pertanian modern.<\/p>\n<p>&#8220;Pendapatan petani bisa naik tiga kali lipat, sudah dua tahun kami lakukan penelitian mempunyai varietas baru yang cocok untuk daerah rawa. Produksinya enam ton, dulu petani produksinya 2 ton dengan varietas baru. Itu bisa menyelesaikan daerah rawa produksi sebanyak enam ton. Namanya Inpari, bisa tiga kali lipat pendapatan petani,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru\u00a0 menyatakan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama seluruh rakyat Sumsel optimis akan mengembalikan kejayaan Provinsi Sumsel sebagai lumbung pangan. Gubernur mengaku bangga Provinsi Sumsel menjadi pilot project program yang di instruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian, yakni program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).<\/p>\n<p>&#8220;Kami terima dengan penuh tanggung jawab ini, dari 34 provinsi di Indonesia hanya Sumsel dan Kalsel yang menjadi pilot project. Maka keseriusan itu saya tunjuk jajaran Pemprov Sumsel yang membidangi pertanian juga kabupaten kota semua sudah sepakat bahwa kami terima program ini sebagai program yang tujuannya segera menekan angka kemiskinan, angka kemiskinan dalam waktu dekat sudah harus satu digit,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyatakan Pemprov Sumsel berkomitmen menginisiasi semua daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap petani. Dimana Provinsi Sumsel sendiri, telah menyiapkan anggaran tertentu membeli langsung beras petani.<\/p>\n<p>&#8220;Ini bentuk perhatian terhadap petani, ini juga berguna menjaga semangat para petani bahwa mereka sejatinya tidak pernah diabaikan, karya petani kerja petani adalah bagian dari kontribusi mereka berjuang menurunkan angka kemiskinan,&#8221; tuturnya sembari berharap, &#8220;Pak Menteri bimbing kami, kawal kami. Kami akan berjuang sekuat tenaga Sumsel harus kembali ke puncak kejayaannya menjadi lumbung pangan,&#8221; tambahnya.(kbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP menuturkan, Kementerian Pertanian membangunkan lahan tidur kurang lebih 500.000 hektare di Provinsi Sumsel. Untuk tahap pertama, terang Menteri, sebanyak 200.000 hektare. Dirinya yakin kalau program ini berhasil akan berpengaruh pada pendapatan petani di Provinsi Sumsel yang naik hingga mencapai Rp12 triliun. &#8220;Ini rencana besar, kami fokus atas perintah Presiden. Kami (Kementerian Pertanian) diperintahkan untuk membangun lumbung pangan baru di Sumsel. Ada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-17617","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17619,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17617\/revisions\/17619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}