{"id":17460,"date":"2018-11-25T13:12:46","date_gmt":"2018-11-25T06:12:46","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=17460"},"modified":"2018-11-25T13:15:11","modified_gmt":"2018-11-25T06:15:11","slug":"anggaran-perbaikan-jalan-sudah-banyak-dikeluarkan-pemerintah-akibat-angkutan-batu-bara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=17460","title":{"rendered":"Anggaran Perbaikan Jalan Sudah Banyak Dikeluarkan Pemerintah akibat Angkutan Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p># Menhub Dukung Kebijakan Gubernur Sumsel<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan mendukung kebijakan Gubernur Herman Deru melarang angkutan batu bara melintas jalan umum di Sumatera Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Santika, Jl Radial, Palembang, Sabtu (24\/11).<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengapresiasi apa yang dilakukan gubernur. Karena dengan itu banyak masyarakat yang menyetujui. Satu masalah kecelakaan (<em>accident<\/em>), satu mengenai kecepatan, dari Muara Enim bisa jadi tiga jam, dan kekuatan jalan. Uang yang dikeluarkan (pemerintah) memperbaiki jalan banyak sekali,&#8221; ungkap Menhub Budi Karya.<\/p>\n<p>Menhub juga mengakui, banyak kritik dari pengguna jasa (angkutan\/transportir batu bara) tertentu terkait bagaimana nasib mereka. &#8220;Saya mengimbau bahwa waktu yang diberikan sudah panjang. Pemerintah sudah keluar banyak (anggaran) untuk perbaikan jalan. Masyarakat berkorban dengan jangka waktu panjang. Saatnya melakukan perbaikan, masing-masing pihak agar dapat mengiput dirinya,&#8221; tegas Budi.<\/p>\n<p>Artinya, lanjut Budi Karya, pengguna angkutan tertentu dapat memaksimalkan kereta api untuk mengangkut batu bara. &#8220;Karena belum maksimal, masih ada ruang angkut. Kami persilakan gunakan jalan khsusus yang sudah dibangun. Kalau masih ada segmen yang belum itu tahap berikutnya. Kami tidak punya pretensi untuk menyingkirkan satu kelompok apalagi berkaitan dengan ekonomi,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Menhub juga mengajak semua pihak dan pemangku kepentingan terkait angkutan batu bara untuk saling berkoordinasi. &#8220;Marilah berkolaborasi untuk membuat angkutan tetap jalan. Kami mendukung apabila ada pihak-pihak yang perlu dikoordinasikan. Karena saya mendapat masukan dari pihak yang perlu dikoordinasikan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, saat hendak mengambil kebijakan penutupan jalur umum untuk angkutan batu bara ini tak sedikit yang ragu bahkan pesimis atas kebijakan Gubernur Sumsel.\u00a0 Bagi Gubernur, kebijakan tersebut bukan sekadar memenuhi janji kampanye saja tapi memang murni keinginan masyarakat banyak.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka cuma ingin jalan nyaman, tapi bukan juga untuk menutup mata pencarian pengusaha. Karena sudah diberi waktu berapa tahun untuk mereka membangun jalan khusus. Buktinya sekarang sudah ada dua yang mengajukan mau membuat jalan sendiri. Langsung saya permudah itu,&#8221; jelas Gubernur Herman Deru.<\/p>\n<p>Diketahui terhitung mulai 8 November 2018 jalan umum di Sumsel\u00a0 steril dari angkutan batu bara. Kepastian itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Sekda Sumsel Nasrun Umar, saat jumpa pers di Ruang Rapat Bina Praja Selasa (6\/11) siang. Dalam kesempatan itu Gubernur resmi mengeluarkan Pergub No 74\/2018 sekaligus mencabut Pergub 23\/2012 yang melarang angkutan batu bara melintasi jalan umum di Sumsel. (maz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Menhub Dukung Kebijakan Gubernur Sumsel &nbsp; &nbsp; PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan mendukung kebijakan Gubernur Herman Deru melarang angkutan batu bara melintas jalan umum di Sumatera Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Santika, Jl Radial, Palembang, Sabtu (24\/11). &#8220;Saya mengapresiasi apa yang dilakukan gubernur. Karena dengan itu banyak masyarakat yang menyetujui. Satu masalah kecelakaan (accident), satu mengenai kecepatan, dari Muara Enim&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17461,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-17460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17460"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17464,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17460\/revisions\/17464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}