{"id":14571,"date":"2018-06-03T12:49:01","date_gmt":"2018-06-03T05:49:01","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=14571"},"modified":"2018-06-03T12:52:10","modified_gmt":"2018-06-03T05:52:10","slug":"bom-mother-of-satan-ditemukan-di-kampus-universitas-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=14571","title":{"rendered":"Bom &#8220;Mother of Satan&#8221; Ditemukan di Kampus Universitas Riau"},"content":{"rendered":"<p># Tiga Alumnus Terduga Teroris Ditangkap<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PEKANBARU &#8211; Tim Densus 88 Antiteror menggeledah Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau, Sabtu (2\/6) siang. Penggeledahan dilakukan hingga pukul 17.00 WIB. Hasilnya, tim Densus 88 Antiteror mendapatkan barang bukti yang mengejutkan, yakni\u00a0 dua bom pipa besi siap ledak dan sejumlah bahan peledak lainnya.<\/p>\n<p>Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dalam keterangannya di Jakarta, malam tadi menjelaskan, pada Sabtu (2\/6) pukul 13.30 WIB, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di Gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Unri, dan menemukan bom rakitan.<\/p>\n<p>Awalnya satu dari tiga orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka, yakni inisial MNZ (33), warga RT\/RW 8\/4, Lubuk Sakat, Perhentian Raja, Kampar. Dia ditangkap di areal kampus. Tim Densus juga mengamankan dua saksi yakni inisial RB alias D (34), di Desa Kampar Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Satu lagi OS alias K (32) ditangkap di kawasan kampus yang sama. Tersangka dan dua saksi sama-sama eks mahasiswa Unri.<\/p>\n<p>Untuk keterlibatan MNZ, dia memiliki kemampuan membuat bom jenis TATP (triacetone triperoxide) atau yang dikenal dengan sebutan The Mother of Satan seperti yang dibawa pelaku bom bunuh diri di Surabaya, beberapa waktu lalu. &#8220;Sasaran mereka diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD,&#8221; jelasnya, dilansir JPNN.<\/p>\n<p>Sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi, selain dua bom pipa besi sudah jadi dan siap ledak, ada juga bahan Handak TATP yang sudah jadi dan sejumlah bahan lain seperti pupuk KNO3, sulfur, gula dan arang. Kemudian ada 2 busur panah beserta 8 anak panahnya. Satu senapan angin dan satu granat tangan rakitan.<\/p>\n<p>Sementara Kapolda Riau Irjen Nandang yang dikonfirmasi Riau Pos membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 tersebut. Namun dia belum bisa menjelaskan terkait terduga teroris yang diamankan. Dalam hal ini, Nandang irit bicara. Baik terkait berapa jumlah orang yang diamankan dan apa-apa saja barang yang disita. &#8220;Iya tadi penggeledahan, masih proses. Belum tahu berapa (jumlah terduga teroris), karena masih proses ya,&#8221; kata Nandang.<\/p>\n<p>Namun dia memastikan bahwa ini terkait dengan adanya dugaan teroris di kampus itu. Penggeledahan itu katanya, dilakukan oleh Densus 88 Antiteror. Pihak Polda hanya bersifat pengamanan. &#8220;Kami (Polda Riau, red), sifatnya hanya membantu. Penanganan masalah ini langsung Densus,&#8221; kata Nandang.<\/p>\n<p>&#8220;Yang jelas katanya, indikasi kuat bahwa ada aktivitas terduga teroris di lokasi itu. &#8220;Densus menggerebek ke lokasi tentunya karena ada informasi yang cukup kuat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi MSc mengatakan, jika hal yang diduga benar, maka pihak kampus jelas tidak mentoleransi hal tersebut. Saat ini katanya, pihak kampus masih menunggu informasi dari Densus 88 yang lebih lanjut. Selama ini tidak ada hal-hal yang mencurigakan dari aktivitas mahasiswa maupun dosen, apalagi mengarah ke terorisme.<\/p>\n<p>Rektor Aras Mulyadi pun mengapresiasi keberhasilan Polri mengungkap jaringan terorisme di kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut. &#8220;Saya atas nama pimpinan seluruh civitas academica menyampaikan terima kasih kepada Densus 88 dan juga Polda Riau yang telah mengungkap kejadian ini,&#8221; kata Prof Dr Aras Mulyadi di Pekanbaru, Minggu (3\/6) dikutip Antara.<\/p>\n<p>Aras mengatakan, jika jaringan terduga teroris yang ditangkap di Gedung Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau itu tidak segera ditangkap, maka akan menimbulkan banyak korban jiwa. Aras menambahkan, seluruh civitas academica perguruan tinggi negeri itu mengutuk keras kegiatan teroris yang dilakukan oleh alumninya tersebut. Menurut dia, tindakan tersebut sama sekali bukan tindakan terpuji dan jelas sebuah tindakan yang terlarang. &#8220;Terus terang seluruh civitas academica mengutuk kegiatan yang mengarah ke bom, dan dibuktikan dengan ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selama ini, kata dia, pihak kampus sama sekali tidak mencurigai seluruh kegiatan, terutama yang melibatkan alumni. Aras mengaku sangat menyayangkan dengan adanya insiden tersebut. Pihaknya akan segera melakukan konsolidasi secara internal setelah kejadian itu guna mencegah kejadian serupa terjadi lagi.<\/p>\n<p>Sementara, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Riau Drs Syafri Harto MSi mengaku kaget dengan adanya pihak kepolisian. &#8220;Saya dipesan oleh Pak Rektor belum bisa nanti kita akan kumpul ya. Sementara itu dulu kita juga belum bisa buka (bicara,red) yang macam-macam,&#8221; katanya dikutip Tribun Pekanbaru.<\/p>\n<p>Terkait apakah ada yang ditahan oleh kepolisian dirinya juga belum tau. &#8220;Selama ini tidak ada yang mencurigakan dan makanya kita terkejut semua nih, sangat-sangat suprise,&#8221; katanya.(tim\/berbagai sumber)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Tiga Alumnus Terduga Teroris Ditangkap &nbsp; PEKANBARU &#8211; Tim Densus 88 Antiteror menggeledah Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau, Sabtu (2\/6) siang. Penggeledahan dilakukan hingga pukul 17.00 WIB. Hasilnya, tim Densus 88 Antiteror mendapatkan barang bukti yang mengejutkan, yakni\u00a0 dua bom pipa besi siap ledak dan sejumlah bahan peledak lainnya. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dalam keterangannya di Jakarta, malam tadi menjelaskan, pada Sabtu (2\/6)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-14571","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14571"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14574,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14571\/revisions\/14574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}