{"id":13340,"date":"2018-03-29T07:30:02","date_gmt":"2018-03-29T00:30:02","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=13340"},"modified":"2018-03-29T07:30:02","modified_gmt":"2018-03-29T00:30:02","slug":"kondisi-jalan-tak-perlu-diperdebatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=13340","title":{"rendered":"Kondisi Jalan Tak Perlu Diperdebatkan"},"content":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, SIMBURNEWS &#8211; Isu kerusakan jalan yang menghubungkan desa, kecamatan di kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi topik perdebatan pasangan calon bupati dan wakil bupati OKI. Debat kandidat digelar di gedung paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (27\/3).<\/p>\n<p>Kerusakan jalan tidak seperti diungkap salah satu paslon yang menyebut jalan rusak di OKI sepanjang 1.200 km. Sesuai data, jalan rusak hanya 161,633 km. Berdasarkan rilis Dinas PU Tata Ruang Kabupaten OKI, kondisi infrastuktur jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah pada tahun 2017 bertambah sepanjang 2.037,106 km dengan kondisi sepanjang 643.625 km\u00a0 (32 persen) dalam keadaan baik, 768, 816 km (38 persen) dalam keadaan sedang, 483,002 km (24 persen) rusak ringan dan 161,633 km (25 persen) rusak berat.<\/p>\n<p>Dilihat dari konstruksinya, kondisi jalan di kabupaten OKI terbagi menjadi empat permukaan, yaitu sepanjang 117,003 km (6 persen) dengan kontruksi cor beton, 340, 159 km (17 persen) aspal, 906, 436 km (44 persen) agregat dan menyisakan 673,508 (33 persen) tanah.<\/p>\n<p>Kepala Dinas PU Tata Ruang Kabupaten OKI, Ir Hafidz MM mengungkapkan kendala yang dihadapi untuk membuat seluruh jalan di kabupaten OKI mulus yakni panjangnya jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.<br \/>\n\u201cTotal panjang jalan yang jadi tanggung jawab kita jauh lebih panjang dari jalan provinsi dengan anggaran yang lebih sedikit. Tapi dalam empat tahun terakhir kita mampu menekan kerusakan sepanjang 123. 575 km dari 180.68 km pada tahun 2013\u201d ungkap Hafidz, Rabu (28\/3).<\/p>\n<p>Selain panjangnya jalan, keterbatasan anggaran juga menjadi persoalan. Ditambahlagi\u00a0 kontur wilayah Kabupaten OKI yang 75 persen terdiri dari rawa sehingga memerlukan perlakuan khusus. \u201cMembangun jalan di tengah rawa biayanya tentu lebih tinggi. Butuh upaya khusus, apalagi kita dihambat oleh keterbatasan biaya\u201d ungkap Hafidz.<\/p>\n<p>Dijelaskan Hafidz perbandingkan membangun jalan di lahan gambut skalanya mencapai 1 perbanding 5. \u201cSkalanya bisa 1 perbanding 5. Satu Kilo meter jalan di lahan gambut itu bisa dapat 5 Km jalan dikontur tanah keras. Makanya biayanya tinggi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Hafidz mengklaim kondisi jalan mantap di Kabupaten OKI sejak tahun 2013 bertambah sebanyak 13,16 persen dari 56, 18 persen pada tahun 2013 menjadi 69,34 persen pada tahun 2017.<br \/>\nKepala Bappeda OKI, Makruf, CM, S. IP pada penutupan Musrebang Kabupaten OKI, Selasa (28\/3) mengungkapkan pembangun infrastruktur terus menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir demikian di tahun 2019 mendatang. &#8220;Untuk Musrenbang OKI tahun 2018 ini, kita fokus dengan pembangunan infrastruktur jalan,&#8221; kata Ma`ruf.<\/p>\n<p>Dijelaskan Makruf alokasi anggaran Pembangunan jalan tiap tahun meningkat. Dalam empat tahun terakhir ungkapnya peningkatan alokasi pembangunan infrastruktur meningkat hingga Rp10,7 miliar.<br \/>\n\u201cSetiap tahun prioritas adalah infrastruktur,\u201d\u00a0 seraya berucap karena jalan menjadi prioritas kemajuan ekonomi dan kesejahteraan.(yrl\/rel)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, SIMBURNEWS &#8211; Isu kerusakan jalan yang menghubungkan desa, kecamatan di kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi topik perdebatan pasangan calon bupati dan wakil bupati OKI. Debat kandidat digelar di gedung paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (27\/3). Kerusakan jalan tidak seperti diungkap salah satu paslon yang menyebut jalan rusak di OKI sepanjang 1.200 km. Sesuai data, jalan rusak hanya 161,633 km. Berdasarkan rilis Dinas PU Tata&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-13340","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-oki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13340"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13342,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13340\/revisions\/13342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}