{"id":11548,"date":"2017-11-26T07:59:11","date_gmt":"2017-11-26T00:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=11548"},"modified":"2017-11-26T08:01:29","modified_gmt":"2017-11-26T01:01:29","slug":"wako-tak-hadir-wawako-jadi-pelampiasan-kekesalan-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=11548","title":{"rendered":"Wako Tak Hadir, Wawako Jadi Pelampiasan Kekesalan Gubernur"},"content":{"rendered":"<p># Gaji Guru Masih Rendah<\/p>\n<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Wali Kota (Wako) Palembang H Harnojoyo tak hadir saat<br \/>\nacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-72 dan hari guru nasional tahun 2017 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Sabtu (25\/11). Karena itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda yang menjadi pelampiasan kekesalan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terkait masih rendahnya gaji guru di Kota Palembang.<\/p>\n<p>Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin berang. Gubernur menganjurkan jika masih ada daerah di Sumsel yang masih menggaji guru dengan rendah, maka pemimpin daerah tersebut sebaiknya mundur saja. &#8220;Pahlawan tanpa tanda jasa tidak lain adalah guru. Jadi, kalau ada guru honorer yang gajinya masih Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu per bulan, harusnya kepala daerahnya mundur,&#8221; ujar Alex.<\/p>\n<p>Wawako Finda, sapaannya, membantah jika di Kota Palembang, masih ada guru honorer yang digaji rendah. Dirinya memastikan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memikirkan kesejahteraan para guru khususnya yang masih berstatus honorer.<\/p>\n<p>Terkait masih adanya guru honorer di kota Palembang yang masih digaji sebesar Rp300 ribu per bulan, dan diperkuat oleh pernyataan ketua PGRI Sumsel jika memang masih ada guru honorer yang digaji sangat rendah, Wawako yang lebih akrab disapa Finda itu dengan tegas membantah dan mengatakan jika saat ini honor untuk para guru honorer di Palembang mencapai Rp500 ribu per bulan. \u201cMungkin itu di daerah lain karena Zulinto adalah ketua PGRI Sumsel sehingga mewakili seluruh daerah yang ada di Sumsel. Tetapi untuk kota Palembang (sudah) Rp 500 ribu per bulan,\u201d bantah ibu dua anak itu.<\/p>\n<p>\u201cKami akan terus berusaha untuk memikirkan dan mesejahterakan masyarakat khususnya para guru. Kami sangat tahu, bahwa guru adalah sosok yang sangat penting untuk dunia pendidikan. Kapan lagi kita bisa memberikan bakti kepada seluruh guru. Dah harapan kami ke depan, tingkat kesejahteraan seluruh guru khususnya yang ada di kota Palembang akan semakin meningkat. Untuk apa Palembang sejahtera, kalau guru-gurunya masih tetap saja tidak bisa sejahtera,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Pemerintah kota (pemkot) Palembang dan PGRI kota Palembang akan terus memikirkan agar guru bisa sejahtera. Menurutnya, Pemkot Palembang sendiri sudah melakukan berbagai terobosan. \u201cIntinya, untuk guru honorer di kota Palembang, sudah mendapatkan Rp 500 ribu per bulan. Bisa ditanyakan kepada seluruh guru. Dan, untuk tahun 2018, seluruh guru honorer akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota agar bisa juga menikmati sertifikasi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara, salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya dan merupakan guru olahraga yang bersatatus honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kota Palembang mengatakan jika dirinya sudah menjadi guru honorer sejak 2015 sampai sekarang, dan belum pernah mendapatkan kenaikan gaji seperti yang disampaikan oleh Wawako Palembang.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah menjadi guru honorer sejak 2015. Jadi, sudah 12 tahun lamanya saya mengajar. Terkait Gaji, alhamdulillah belum pernah mengalami kenaikan, dan untuk SD yang lain saya rasa sama seperti apa yang saya alami (gaji tidak naik),\u201d ungkapnya kepada Simbur.<\/p>\n<p>Dirinya menjelaskan bahwa dari dulu mendapatkan gaji sebesar Rp300 ribu per bulan. Jadi, setiap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair barulah mendapat gaji. \u201cKalau tiga bulan sekali itu sebenarnya pasti, tetapi kalau dananya sudah keluar pasti dibayar gajinya. Tetapi, kalau dana itu belum keluar, ya tidak digaji. Tetapi dana BOS itu selalu tepat waktu. Sebenarnya bagi kami itu sangat kurang. Apalagi yang sudah berkeluarga,\u201d keluhnya.<\/p>\n<p>Terkait dengan isu guru honorer yang akan diangkat menjadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), dirinya sudah sering mendengar baik itu dari instansi maupun media. \u201cKebetulan saya ini guru honorer kategori K2, sehingga kami (honorer K2) tinggal menunggu Presiden untuk merevisi Undang-Undang yang terkait dengan pengangkatan guru honorer khususnya kategori K2 untuk menjadi ASN. Saya sangat optimis akan diangkat (ASN), apalagi sebelumnya saya ikut ke Jakarta untuk berdemo meperjuangkan status kami ke Presiden,\u201d ujarnya seraya mengungkapkan jika terkait guru honorer non kategori, sudah ada kegiatan yang digagas Wali Kota Palembang untuk memperjuangkan status mereka menjadi kategori K2.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat berharap kepada Presiden agar seluruh guru honor baik kategori K2 maupun non kategori agar segera di angkat menjadi ASN. Karena, untuk kategori K2 saja, sangat banyak guru yang secara umur memang sudah tidak pantas lagi untuk berstatus guru honorer,\u201d harapnya. (mrf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Gaji Guru Masih Rendah PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Wali Kota (Wako) Palembang H Harnojoyo tak hadir saat acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-72 dan hari guru nasional tahun 2017 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Sabtu (25\/11). Karena itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda yang menjadi pelampiasan kekesalan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terkait masih rendahnya gaji guru di Kota Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-11548","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dikbudportekes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11548"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11552,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11548\/revisions\/11552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}