{"id":10499,"date":"2017-09-17T01:17:09","date_gmt":"2017-09-16T18:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=10499"},"modified":"2017-09-17T01:17:09","modified_gmt":"2017-09-16T18:17:09","slug":"ekosistem-sungai-musi-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=10499","title":{"rendered":"Ekosistem Sungai Musi Rusak"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS &#8211; Menjadi salah satu penunjang jutaan\u00a0 masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), tentunya Sungai Musi akan sangat berpengaruh disegala aspek kehidupan sosial. Sungai Musi menjadi saksi penting bagaimana keseharian masyarakat dan tidak sedikit yang bergantung padanya. Namun, persoalan muncul ketika ekosistem yang ada di sungai Musi mulai terusik oleh tangan-tangan manusia baik yang belum paham arti penting keberadaan sungai Musi ataupun pihak-pihak tertentu yang ingin mengeksploitasinya.<\/p>\n<p>Untuk menjaga kelestariannya, GEMA Persada FP-UMP mencoba melakukan ekspedisi selama bulan mengarungi aliran Sungai Musi mulai dari Musi Rawas sampai Palembang. Bagi sekelompok mahasiswa tersebut, ekspedisi sebagai kegiatan petualangan, pengambilan data kearifan lokal daerah aliran sungai, pengambilang data biotik\/abiotik dan pengambilan sampel air untuk mengukur kualitas air disepanjang sungai Musi. Dari hasil data yang diperoleh, Gema Persada menuangkan dalam seminar yang diadakan di auditorium Bina Praja, Sabtu, (16\/9).<\/p>\n<p>Menurut salah satu anggota ekspedisi, Rendi Thamrin Gumay, mengatakan banyak fakta yang diperoleh dalam ekspedisi itu. Status Indonesia yang menjadi penyumbang sampah nomor dua di dunia, menjadi kekhawatiran tersendiri. Apalagi, Sumsel juga merupakan salah satu provinsi yang banyak menyumbang sampah salah satunya di sepanjang aliran Sungai Musi.<\/p>\n<p>&#8220;Ekspedisi terdiri dari 4 etape. Etape pertama (Empat Lawang-Musi Rawas) ekosistem masih terjaga dan berpotensi menjadi spot arung jeram. Namun, di etape kedua, kondisi sudah mulai berubah karena ditemukan banyak sampah yang dibuang masyarakat akibat tidak tersedianya tempat pembuangan sampah,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dilanjutkan Rendi, pada etape ketiga banyak dijumpai penambangan pasir ilegal yang justru mempersempit lebar sungai. Kemudian, di etape keempat perjalanan dilakulan di malam hari karena menghadapi pasang surut air. Menurutnya, ada masalah yang dari dulu belum selesai yaitu masalah eceng gondok. Pernah dilakukan pembersihan namun sampai saat ini masih banyak.<\/p>\n<p>Selain itu, dijumpai lokasi pembuatan kapal tongkang secara manual sejak tahun 1970. Namun bahan yang digunakan adalah hasil dari ilegal logging. &#8220;Ironisnya bahan kayu bomer yang dipakai dikatakan pengusaha itu sudah mulai kesulitan. Warga minta pemerintah solusi untuk buat kapal tongkang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Rendi mengatakan hal yang paling genting adalah ilegal logging, karena jika diteruskan otomatis erosi disepanjang musi akan terus bertambah. Kemudian masalah sampah, penambangan liar yg menjadi sebab tidak seimbang ekosistem dan jika diteruskan maka akan merusak alam.<\/p>\n<p>Dalam ekspedisi tersebut, Gema Persada juga melakukan reboisasi dengan penanaman bibit pohon disepanjang sungai musi dan penebaran bibit ikan. &#8220;Pemerintah diharapkan harus meningkatkan pengawasan das musi, penegakan hukum terhadap pelanggar dan mencari solusi untuk mengatasi persoalan yang ada di Sungai Musi,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Sementara, perwakilan Walhi Sumsel, Choirul Sobri berharap agar data-data yang diperoleh dituangkan menjadi buku sehingga akan menjadi kajian-kajian dalam pembahasan ekosistem sungai Musi. &#8220;Persoalan yang mendasar adalah pemerintah kita menganut industrilisasi dan liberalisasi ekonomi sehingga membuat sumber air itu terancam. Pemerintah secara umum mengandalkan pada investor asing. Akan berbeda jika masyarakat dan pemerintah menganut kearifan lokal,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel, H Akhmad Yusuf Wibowo\u00a0 sangat mengapresiasi ekspedisi yang dilakukan dan berharap agar pemuda sumsel terus mempunyai semangat tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi Sumsel. &#8220;Kita sejak dulu sesat. Disekolahkan untuk menjadi pegawai bukan untuk menjadi wirausaha. Kami yakin pemuda millenial ini akan lebih aktif dan akan berwirausaha khususnya dalam mengembangkan startup yang saat ini peluangnya terbuka lebar,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Terkait tentang masalah sampah, dirinya berharap agar semua masyarakat sadar dan memulai dari rumah. &#8220;Jangankan di Sungai, dijalan saja terkadang kita buang sampah sembarangan. Jadi mulailah dari diri kita dulu atau dari rumah kita,&#8221; jawabnya.<\/p>\n<p>Wibowo juga menjelaskan jika penambangan yang dilakukan oleh masyarakat yang termasuk kelas C itu belum bisa disebut ilegal, kecuali jika dia melakukan aktivitas penambangan dengan mengunakan alat mekanik (alat berat). (mrf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS &#8211; Menjadi salah satu penunjang jutaan\u00a0 masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), tentunya Sungai Musi akan sangat berpengaruh disegala aspek kehidupan sosial. Sungai Musi menjadi saksi penting bagaimana keseharian masyarakat dan tidak sedikit yang bergantung padanya. Namun, persoalan muncul ketika ekosistem yang ada di sungai Musi mulai terusik oleh tangan-tangan manusia baik yang belum paham arti penting keberadaan sungai Musi ataupun pihak-pihak tertentu yang ingin mengeksploitasinya. Untuk menjaga kelestariannya, GEMA Persada FP-UMP mencoba melakukan ekspedisi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-10499","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10499"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10502,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10499\/revisions\/10502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}