- Total 520 Karhutla di Sumsel, Hanguskan Lahan 664,87 Hektare di 12 Kabupaten
- Modifikasi Cuaca Atasi Titik Panas, Waspada Karhutla dan Penurunan Kualitas Udara di Sumsel
- Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Kota Padang
- Ahli Waris Almarhum Haji Alim Sepakat Kembalikan Kerugian Negara Rp127 Miliar
- Gairah Asisten Virtual dan Platformisasi, Godaan Baru Profesional Komunikasi
Total 520 Karhutla di Sumsel, Hanguskan Lahan 664,87 Hektare di 12 Kabupaten
PALEMBANG, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali merajalela di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bencana karhutla ini mulai berdampak munculnya kabut dan aroma asap yang semakin menyengat pada malam hari.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman belum memberikan keterangan saat ditanya perkembangan karhutla. Termasuk data karhutla di Sumsel saat memasuki puncak musim kemarau.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D belum lama ini merilis, sejak awal tahun hingga akhir Juli 2026, luas lahan terbakar di Sumsel mencapai 664,87 hektare yang tersebar di 12 kabupaten. “Total 520 kejadian karhutla hingga 28 Juli 2026,” ungkap Muhari.
Dikatakannya, operasi udara BNPB masih terus dilaksanakan untuk mendukung pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. “Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” serunya.
Menurut Muhari, pencegahan karhutla perlu diperkuat dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat diakses untuk penanganan dini. “Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dalam menghadapi ancaman kekeringan,” imbaunya.(red)



