- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
- Benteng Kuto Besak Identitas Asli Indonesia, Dibangun Anak Bangsa dan Bukan Warisan Penjajah
Jika Pemda Gelar Program Makan Bergizi Gratis, Pj Gubernur Sumsel: APBD Harus Direvisi
# Komisi II DPR RI Tinjau Simulasi di SMK Negeri 2 Palembang
PALEMBANG, SIMBUR – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi mengungkapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tinggal menyiapkan teknis pelaksanaannya. Sementara, untuk pelibatan dengan kantin sekolah masih harus dicari bagaimana caranya (solusinya).
Hal itu diungkap Elen saat mendampingi Komisi II DPR RI meninjau simulasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 2 Palembang. “Jika nantinya dilakukan oleh pemda maka APBD harus direvisi. Mudah-mudahan MBG yang akan dilaksanakan secara masif pada Januari 2025 sama dengan yang disimulasikan seperti hari ini. Pada dasarnya Pemprov Sumsel siap dan mendukung program ini,” kata Elen, Jumat (13/12).
Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda menjelaskan kehadiran pihaknya memastikan bagaimana pemerintah daerah bisa melaksanakan program MBG. Ia berharap jika pada pelaksanaannya nanti tidak ditemukan kendala.
Karena itu, kata dia, kepala sekolah bisa melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan. Begitu pula seterusnya, Kepala Dinas Pendidikan dapat melaporkan kepada Gubernur (dilaporkan secara berjenjang).
“Kehadiran kami untuk memantau langsung pelaksanaan MBG inisiasi oleh pemerintah. Pengawasan terhadap kebijakan ini penting untuk memastikan program berjalan lancar,” ujarnya.
Diketahui, MBG selain memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia dan meningkatkan kehadiran anak sekolah. Program itu juga dirancang untuk menjadi salah satu katalisator pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pemerintah akan belanja triliunan rupiah per hari untuk membeli produk pertanian, memasak, hingga mendistribusikan makanan dan susu gratis. Siswa pun mengaku senang atas adanya program MBG ini karena sangat bermanfaat bagi siswa. Uang saku yang diberikan orang tua bisa ditabung.(kbs/red)



