Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk di Persidangan, Dua Terdakwa Diserang

PALEMBANG, SIMBUR – Kasus pembunuhan sadis merengut nyawa korban Adios Pratama berlangsung kemarin Selasa (9/7/24) pukul 16.00 WIB. Sidang diwarnai keributan. Sebelum persidangan pembunuhan digelar, pihak keluarga korban terus meradang dan mengamuk dan teriak, saat melihat wajah dua orang pelaku pembunuhan keluar dari sel tahanan.

Ketua majelis hakim Dr Editerial SH MH didampingi Kristanto Sianipar SH MH di Pengadilan Negeri Palembang kelas IA khusus. Jaksa penuntut umum (JPU) Desi Arsean SH MH didampingi Hayati SH menghadirkan langsung dua orang terdakwa. Yakni terdakwa Imam Basri dan terdakwa Marhan.

Jaksa mengatakan untuk senjata jenis pedang sendiri dibawa terdakwa Imam. Sedangkan terdakwa Marhan ikut terlibat menggunakan pisau cap garpu. “Penyebab kejadian, karena jalan ditutup (potongan besi), saya minta tolong untuk dirapikan. Tapi saya malah ditampar (korban),” ungkap Imam kepada majelis hakim.

Terdakwa Marhan sendiri, saat disinggung majelis hakim sampai tega melakukan perbuatan sadis itu, sebelumnya tidak ada masalah lain. “Tidak ada masalah lain, karena minta untuk potongan besi dirapikan saja,” timpal Marhan.

Setelah mendengar keterangan terdakwa, sidang yang dikawal cukup ketat pihak kepolisian dan kejaksaan. Semula ricuh dan dari pihak keluarga korban memukul terdakwa, nyaris tidak kondusif bisa berjalan sidangnya. Setelah persidangan pihak Kejaksaan dengan sigap membawa kedua terdakwa untuk menghindari kerumunan dan hal tidak diharapkan.

“Persidangan kita tunda satu minggu,” tukas Editerial. Pihak keluarga korban, terutama yang perempuan sedari awal sampai sidang selesai terus berteriak di dalam persidangan. Agar terdakwa yang melakukan pembunuhan sadis itu dihukum berat. “Kami minta keadilan yang mulia, tolong dihukum berat setimpal, terdakwa ini sadis,” seru dari pihak perempuan keluarga korban Adios.

Diketahui, terdakwa Imam Basri bersama terdakwa Marhan pada Jumat (23/2/24) pukul 17.30 WIB, di dekat Depo Pertamina di Jalan Abikusno CS, RT 20/05, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, telah melakukan pembunuhan terhadap korban Adios Pratama.

Sore itu terdakwa Imam Basri melintas di lorong dengan sepeda motor. Saat itu korban Adios Pratama sedang memotong besi menumpuk di pinggir jalan. Terdakwa Imam pun menegur korban, untuk minta dirapikan. Tapi korban naik pitam, langsung menampar wajah terdakwa Imam. Dengan nada tinggi menyuruh korban pulang dan mengambil pedang.

Terdakwa Imam lalu pulang dan mengambil pedang. Terdakwa Marhan yang melihat lantas menegur, terdakwa Marhan pun ikut sambil membawa sebilah pisau.

Terdakwa Imam kembali berkata “Kak Yos tolong rapike lagi jalan itu,” pintanya. Senada dengan terdakwa Marhan, supaya orang bisa lewat di jalan. Kembali korban mendorong tubuh terdakwa. Spontan terdakwa Imam membacok punggung korban dua kali.

Giliran terdakwa Marhan menyerang dengan pisau yang melukai tangan kanan korban. Saat korban Adios terluka, terdakwa Imam kembali membacok leher belakang korban sampai nyaris putus. Sambil berulang kali membacok punggung korban. Sehingga korban mengalami luka bacok di tangan, telapak tangan, jari hampir putus, luka bacok di bahu, dan bacokan di kepala. (nrd)