Deklarasi Pemilu Damai, Pemilih Perlu Perlindungan

PALEMBANG, SIMBUR – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar “Deklarasi Pemilu Damai” bersama stakeholder. Kegiatan bertempat di Ballroom Golden Sriwijaya, Senin (27/11). Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK mengungkapkan, untuk menjaga kondusifitas daerah, pihaknya telah menggelar  Operasi Mantap Brata sampai 20 Oktober 2023. Pada 18 Desember 2023 nanti Polri juga akan melaksanakan Operasi Lilin 2023.

“Tentunya semua untuk menjaga situasi kondusif di wilayah Sumatera Selatan.  Polri tidak bisa sendiri, Polri sangat bergantung kepada seluruh stakeholder baik itu dari TNI, Kejaksaan, Bawaslu,  juga pengadilan Tinggi, dan semua stakeholder yang lainya,” tandasnya.

Pada rangkaian deklarasi damai kali ini
diawali dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel. Dilanjutkan penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai Tertib dan Taat Hukum Peserta bagi Pemilu 2024 oleh   perwakilan Partai Politik (Parpol).

Dalam sambutannya Sekda SA Supriono menegaskan, deklarasi tersebut merupakan wujud menyatukan persepsi dan meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumsel, KPU, Bawaslu, TNI/POLRI dalam mewujudkan  pemilu  damai serta terjaganya kondusifitas daerah.

“Pemilihan umum harus berlangsung secara umum, bebas dan adil dan rahasia. Selain itu diperlukan perlindungan bagi para pemilih, bagi para pihak yang mengikuti pemilu, maupun bagi rakyat. Dari segala bentuk ketakutan, intimidasi, penyuapan, penipuan dan praktik-praktik curang lainnya yang akan mempengaruhi kemurnian hasil pemilihan umum,” katanya.

Menurutnya, Pemilu merupakan mekanisme terpenting bagi keberlangsungan demokrasi, sebagai wujud nyata penerapan demokrasi di Indonesia.  “Persatuan harus terus dijaga, karena hal itu sangat penting untuk menciptakan Pemilu yang damai,” tuturnya. (kbs/red)